YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Meningkatnya tantangan kesehatan mental di tengah kehidupan modern, mulai dari tekanan pekerjaan, paparan media sosial, kelelahan digital, hingga perubahan sosial, membutuhkan pendekatan penanganan yang tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga melibatkan berbagai disiplin ilmu dan komunitas.
Merespons kebutuhan tersebut, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Summer Course 2026 on Interprofessional Healthcare: Modern Mental Wellness-Science-Based Strategies for Emotional Resilience pada 26 Oktober–6 November 2026.
Pernyataan Wakil Dekan FK-KMK UGM
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr Ahmad Hamim Sadewa, PhD, menjelaskan bahwa isu kesehatan mental menjadi perhatian serius karena perkembangan teknologi dan digitalisasi membawa dampak ganda bagi generasi muda. Di satu sisi, teknologi memperluas interaksi sosial secara digital. Namun, di sisi lain, paparan ruang digital juga berpotensi memicu kerentanan emosional jika tidak disikapi dengan bijak.
"Gen Z dan generasi muda saat ini memiliki tantangan serta resiliensi yang berbeda. Tekanan sosial, kompetisi, hingga paparan ruang digital sering kali membuat ketahanan emosional mudah terguncang. Oleh karena itu, Summer Course kali ini memfokuskan pada langkah pencegahan dan penanganan masalah kesehatan mental berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi interprofesional," ujarnya.
Dikatakan dr Hamim, saat ini banyak orangtua mengeluh karena anaknya pulang langsung masuk kamar untuk bertemu teman virtualnya. Dampaknya, permasalahan mental di generasi muda semakin meningkat dari waktu ke waktu. "Ada permasalahannya sampai ke studi, sampai D-O. Para aktivis, peneliti, dan pengamat terus melakukan penelitian untuk memperkuat ketahanan mental sekarang agar generasi muda agar lebih kuat dan tahan banting," katanya.
Detail Program Summer Course 2026
Program Summer Course mempertemukan 56 mahasiswa sarjana dan pascasarjana dari Indonesia, Belanda, Pakistan, dan Thailand, serta menghadirkan narasumber internasional dari Taiwan, Swedia, Amerika Serikat, Malaysia, Australia, dan Inggris. Kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta perspektif global dalam mengembangkan strategi kesehatan mental yang berbasis bukti ilmiah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tema dan Fokus Ketahanan Emosional
Mengangkat tema “Modern Mental Wellness: Science-Based Strategies for Emotional Resilience”, Summer Course 2026 menempatkan ketahanan emosional (emotional resilience) sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan mental. Ketahanan emosional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang menghadapi tekanan, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola stres, mengatur emosi, beradaptasi terhadap perubahan, serta mempertahankan keseimbangan psikologis dalam berbagai situasi kehidupan.
Isu Kesehatan Mental yang Dibahas
Kegiatan ini mengangkat sejumlah isu kesehatan mental yang lekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Di antaranya pengaruh media sosial, durasi penggunaan layar, hiper-konektivitas, kelelahan digital, dan perundungan siber terhadap kesejahteraan psikologis. Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian, khususnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence), terapi digital, dan layanan kesehatan mental jarak jauh sebagai peluang untuk memperluas akses terhadap dukungan psikologis.
Pernyataan Ketua Panitia Summer Course 2026
Ketua Panitia Summer Course 2026, dr Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, MSc, PhD, mengungkapkan kesehatan mental sering terabaikan dibandingkan kesehatan fisik karena gejala awal gangguan mental sering kali tidak terlihat. Padahal, gangguan tersebut dapat berkembang dan memengaruhi kondisi fisik seseorang apabila tidak ditangani secara tepat sejak dini.
"Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pembekalan teori, pengelolaan stres praktis seperti mindfulness, latihan pernapasan, hingga pemahaman intervensi kesehatan mental sepanjang rentang kehidupan. Setelah pembekalan di kampus, para mahasiswa langsung diterjunkan ke lapangan untuk melihat realitas kesehatan mental di tengah masyarakat," ujar dr Dwi.
Dengan bekal itu, para peserta Summer Course akan mampu mengkaji permasalahan mental health di masyarakat dan kampus sehingga bisa mengobati pasien secara utuh, baik fisik dan mental.
Strategi Praktis Kesehatan Mental
Selain tantangan di ruang digital, Summer Course 2026 membahas strategi praktis untuk menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Materi mencakup pendekatan kognitif dan perilaku berbasis bukti, pengelolaan stres dan emosi, kualitas tidur, aktivitas fisik, keselarasan ritme sirkadian, mindfulness, serta praktik sederhana untuk membantu mengelola kecemasan. Perspektif pemanfaatan pengobatan tradisional, herbal, dan bahan alami, termasuk jamu, juga menjadi bagian dari pembahasan dalam konteks pendekatan kesehatan secara holistik.
Intervensi Sepanjang Rentang Kehidupan
Kesehatan mental juga dipahami sebagai isu sepanjang rentang kehidupan (across the lifespan). Intervensi sejak masa kanak-kanak dan penguatan perkembangan emosional remaja menjadi fondasi penting bagi kesehatan mental pada tahap kehidupan berikutnya. Pada usia dewasa, tekanan karier, transisi kehidupan, dan kelelahan kerja (burnout) membutuhkan perhatian tersendiri. Sementara itu, pada kelompok lanjut usia, pemeliharaan kesehatan mental, vitalitas kognitif, dan dukungan kesehatan geriatri berperan dalam mempertahankan kualitas hidup.
Kegiatan Lapangan di Puskesmas
Setelah mengikuti kegiatan kuliah dengan pakar, peserta melanjutkan kegiatan lapangan di 10 Puskesmas di Kabupaten Kulon Progo untuk mengenali persoalan kesehatan masyarakat secara langsung dengan home visit ke penderita gangguan jiwa. Puskesmas yang menjadi ruang belajar bagi peserta terdiri dari Puskesmas Temon 1, Panjatan 1 dan 2, Galur 1, Sentolo 1 dan 2, Pengasih 1 dan 2, Girimulyo 1, dan Kalibawang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong memahami konteks dan kebutuhan masyarakat serta mengembangkan gagasan program kesehatan masyarakat sebagai bagian dari tugas akhir. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk menerjemahkan pengetahuan dan perspektif.
Baca juga:
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Summer Course 2026, Membangun Ketahanan Emosional di Era Digital?
FK-KMK UGM menyelenggarakan Summer Course 2026 untuk membahas strategi berbasis ilmu dalam membangun ketahanan emosional di era digital.
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




