Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ketua BPIP Kunjungi UGM Sosialisasikan Pancasila Melalui Wicara dan Amal

Oleh: Redaksi Bernas•30 Agustus 2023
Ketua BPIP Kunjungi UGM Sosialisasikan Pancasila Melalui Wicara dan Amal
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi mengunjungi Universitas Gajah Mada (UGM) dalam rangka mensosialisasikan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia melalui Wic..."

🗓️ Dipublikasikan pada 30 Agustus 2023.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID – Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi mengunjungi Universitas Gajah Mada (UGM) dalam rangka mensosialisasikan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia melalui Wicara Pancasila dan pengamalan nilai- nilai sila-sila Pancasila dalam praktek hidup sehari-hari, Senin (28/8/2023). Wicara Pancasila kali ini mengangkat tema “Gotong Royong Membangun Masyarakat Berkeadilan”.

Kunjungan Prof Yudian Wahyudi didampingi Ketua Yayasan Dakwah (Ghifari), Toto Suparwoto. Disambut hangat Dekan Fisipol UGM, Dr Wawan Mas’udi dan segenap Mahasiswa UGM bertempat di Auditorium Fisipol UGM.

Baca Juga: 25 Tahun Kematian Wartawan Udin Bernas, Aliansi Masyarakat Datangi Polda DIY

Dekan Fisipol UGM, Dr Wawan Mas’udi menyampaikan UGM memiliki tanggungjawab kebangsaan untuk turut serta dalam agenda sosialisasi Pancasila secara berkesinambungan.

Menurutnya, di kampus UGM, sosialisasi nilai-nilai Pancasila memiliki tantangan tersendiri dari waktu ke waktu, terus berbeda.

“Untuk saat ini ada ada 3 disrupsi besar yang menjadi tantangan itu, yakni perubahan Iklim yang menuntut pemikiran ekstra agar transisi energi akibat perubahan iklim tidak menjadikan kesenjangan sosial yang semakin lebar. Dituntut kehati-hatian bagaimana transisi energi dapat membawa kondisi yang berkeadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Dr Wawan.

Ia juga mengatakan transformasi digital juga menuntut kehati-hatian karena ketidakmerataan akses teknologi digital sehingga bisa mengakibatkan lost generation. “Inklusi sosial yang menjadi esensi dari Pancasila,” ucapnya.

Para pembicara yang dihadirkan pada forum Wicara Pancasila, antara lain Prof. Dr.

Suratman, M.Sc, Guru Besar Fakultas Geografi UGM) yang menyampaikan paparannya terkait upaya menciptakan keadilan bagi kelompok rentan masyarakat miskin kota.

Kalis Mardiasih, penulis buku dan influencer yang menyampaikan topik kesetaraan gender.

Sedangkan, Prof. Dr.

Phil. Sahiron, M.A, fasilitator nasional moderasi beragama yang menyampaikan topik moderasi beragama.

Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Ir Prakoso mengatakan idealnya nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pegangan hidup seluruh masyarakat Indonesia sehingga pihaknya terus melakukan sosialisasi pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, keberhasilan sosialisasi nilai-nilai Pancasila terlihat dari kekuatan seluruh masyarakat Indonesia dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila sehingga berimbas pada SDM Indonesia yang semakin kompetitif. Daya saing di tingkat global juga terus naik.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Baca Juga: Kapolri Yang Baru Dituntut Selesaikan Kasus Udin Bernas

“Saat ini daya saing Indonesia sudah meningkat 10 digit.

Indonesia menjadi salah satu dari 20 negara kekuatan ekonomi dunia.

Dengan kesadaran nasional untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari akan bertimbas pada pencapaian visi Indonesia emas menjadi 5 negara kekuatan dunia,” kata Prakoso.

Sementara itu, Prof Yudian Wahyudi mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dan bangga menjadi bagian dari Bangsa Indonesia karena Indonesia dapat merdeka hanya dalam waktu singkat atau kurang dari 1 menit saja, tanpa teknologi militer dan pertumlahan darah.

“Proklamasi berhasil membebaskan dan mempersatukan kembali rakyat Indonesia di mana waktu itu setidaknya ada 57 negara, keraton di Yogyakarta ada 2, Keraton di Solo ada 2 dan seluruh kerajaan di nusantara). Karena secara faktual, banyak negara-negara di dunia dalam proses meraih kemerdekan hanya melawan rajanya sendiri, bahkan hanya pemberian oleh penjajahnya,” bebernya.

Ia menyebut salah satu bukti konkret kekuatan Indonesia tanpa teknologi militer adalah retorika Bung Karno.

Pada tanggal 30 september 1990, Bung Karno berhasil pidato di forum internasional PPB tentang kekuatan Pancasila yang dapat menjadi solusi untuk perdamaian dan persatuan di muka bumi.

“Belum lama ini Indonesia juga dapat menunjukkan kehebatan Pancasila di mata dunia dengan gotong-royong sebagai salah satu pengamalan nilai-nilai Pancasila, Indonesia berhasil melawan perang dunia ketiga, yaitu Covid-19. Ini juga bukti bahwa Indonesia adalah negara yang suskes mengendalikan virus yang sangat berbahaya ini. Kehebatan Indonesia adalah negara nasional yang demokratis merupakan Nikmat dari Tuhan, sekaligus yang menjadi kekuatan terbesar Bangsa Indonesia,” urainya.

Aksi Nyata Amal Pancasila

Usai kunjungannya ke UGM, Kepala BPIP mengunjungi masyarakat di bantaran Kali Code untuk memberikan santunan kepada anak-anak dan meresmikan Pojok Taman Baca Pancasila.

Melalui kedekatannya dengan anak-anak di Bantaran Kali Code, BPIP dan Yayasan Ghifari ingin melakukan aksi nyata membangun keadilan bagi anak-anak.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Yogyakarta, Drs Yunianto Dwisutono berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya bagi warga di Bantara Kali Code dalam meningkatkan minat baca anak-anak dan pencegahan stunting.

Sementara itu dalam sambutan usai Peresmian Pojok Taman Baca Pancasila, Prof Yudian Wahyudi menyampaikan salah satu tugas BPIP menurunkan angka stunting dan mencegah stunting. “Ini merupakan agenda yang ditugaskan oleh Ibu Megawati untuk menyelamatkan generasi muda sebagai persiapan Indonesia emas,” ucapnya.

Ia berharap pada saatnya nanti, anak-anak di Bantaran Kali Code dapat menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dalam memperingati Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Sumber bacaan, gizi yang cukup dan peduli terhadap kesehatan adalah beberapa upaya menurunkan angka stunting dan terlebih lagi mencegah terjadinya stunting. Tugas utama generasi sekarang adalah bersyukur dengan cara belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki salah satunya melalui sarana yaitu Pojok Taman atau Rumah Baca Pancasila,” tutup Prof Yudian Wahyudi. (jat)

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Ketua BPIP Kunjungi UGM Sosialisasikan Pancasila Melalui Wicara dan Amal?

Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi mengunjungi Universitas Gajah Mada (UGM) dalam rangka mensosialisasikan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia melalui Wic...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“Ketua BPIP Kunjungi UGM Sosialisasikan Pancasila Melalui Wicara dan Amal”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.