Trah Sultan HB II Dukung Peristiwa Geger Sapehi 1812 Masuk Kurikulum Pelajaran Sejarah Indonesia

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Keluarga Trah Sultan Hamengkubuwono II mendukung rencana Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menulis ulang sejarah Indonesia, termasuk peristiwa Geger Sapehi 1812.
Peristiwa ini terjadi ketika pasukan Inggris di bawah pimpinan Sir Thomas Stamford Raffles menyerang Keraton Yogyakarta dan menjarah berbagai aset berharga milik Sultan HB II.
Fajar Bagoes Poetranto, Ketua Yayasan Vacantii Socaning Lokika dan anggota Trah Sultan HB II, menyatakan bahwa penulisan ulang sejarah sangat penting untuk merevisi naskah sejarah yang ada dan menghapus sejarah yang ditulis oleh kolonial.
“Sejarah mengenai Peristiwa Geger Sapehi 1812 sudah seharusnya dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah,” tutur Fajar Bagoes Poetranto .
Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolFajar Bagoes Poetranto juga berharap bahwa aset dan manuskrip yang dirampas selama peristiwa Geger Sapehi 1812 dapat dikembalikan oleh Inggris.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Salah satu manuskrip yang penting adalah Serat Suryo Rojo, yang berisi tentang tuntunan kepemimpinan Kesultanan Yogyakarta.
“Kami berharap 7.500 naskah dan artefak yang dirampas saat peristiwa Geger Sapehi 1812 dapat dikembalikan Inggris dalam bentuk yang asli, bukan digital,” ujar Fajar Bagoes Poetranto.
Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, telah menyatakan bahwa pemerintah akan berusaha untuk mengembalikan manuskrip dan artefak yang dibawa semasa penjajahan.
“Kita lihat apa saja yang ada di British Museum dan juga di British Library.
Sejauh ini yang kita tahu memang belum ada dari pihak Inggris itu mau mengembalikan,” kata Fadli Zon.
Dengan demikian, Trah Sultan HB II mendukung upaya Menteri Kebudayaan Fadlli Zon untuk menulis ulang sejarah dan mengembalikan aset dan manuskrip yang dirampas oleh Inggris pada peristiwa Geger Sepehi 1812.
(*)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Kolaborasi AntarRumah Sakit Kunci Hadapi Dinamika Dunia Kesehatan yang Tidak Pasti
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Sulteng Fokus Perbaiki 80 Ribu Rumah Tak Layak
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
DPUPKP Sleman Fokus Pelihara Jalan Demi Mobilitas Masyarakat
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Kolaborasi AntarRumah Sakit Kunci Hadapi Dinamika Dunia Kesehatan yang Tidak Pasti
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Strategi Transformasi Talenta Jakarta Menembus Pasar Kerja Global 2024
Transformasi Digital Surabaya: Peluang Strategis Talenta IT Lokal
Transformasi Digital Jakarta: Solusi Cerdas Atasi Pengangguran Berbasis Data
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda