Soal Gelar Pahlawan Soeharto, Ini Kata Kemensos

JAKARTA,BERMAS.ID – Di tengah penolakan Presiden ke-2 Soeharto diusulkan dapat gelar pahlawan, ternyata proses pengusulan gelar pahlawan nasional untuk penguasa orba itu, sudah masuk di Kementerian Sosial (Kemensos).
“Kemensos hanya mengusulkan.
Keputusan yang tetap nanti di Istana,” ujar Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).
Ia menerangkan, usulan awalnya datang dari daerah.
Kemensos kemudian membentuk tim khusus untuk memutuskan yang diusulkan itu layak atau diberi gelar pahlawan nasional.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolKuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →“Kemensos membentuk tim ad-hoc namanya TP2GP (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat),” terang Agus.
Dia melanjutkan, batas waktu pengusulan dari daerah akan berakhir pada Mei ini.
Setelah itu, TP2GP akan menggelar sidang untuk melakukan asesmen terhadap tokoh-tokoh yang diajukan, termasuk menelaah kembali rekam jejak dan kontribusinya dalam sejarah bangsa.
Baca Juga; Ignatius Indro, Aktivis 98 yang Setia di Jalur Perjuangan dan Menolak Suharto Jadi Pahlawan
“Kemudian akan dilakukan sidang-sidang di tim ad-hoc nanti untuk mengasesmen, mengkaji, meneliti siapa yang kira-kira yang berhak untuk mendapatkan gelar,” pungkasnya.
(FIE)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Soal Pemberitaan, NasDem Desak Tempo Minta Maaf dalam 1 24 Jam
Salurkan Bantuan saat Paskah, Demokrat Perkuat Partai Nasionalis-Religius
Soal Pemberitaan, NasDem Desak Tempo Minta Maaf dalam 1 24 Jam
Salurkan Bantuan saat Paskah, Demokrat Perkuat Partai Nasionalis-Religius
Terobosan Digital Jogja: Mengubah Talenta Lokal Menjadi Bintang Remote Global
Strategi Batam Menjelma Hub Remote Work Dunia: Data Bicara Emas
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di politik
Semantic Authority Linker
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda