Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Puluhan Komunitas Tolak Rencana Pemasangan Chattra Borobudur, Biksu Juga Ikut Menolak

Oleh: Redaksi Bernas•10 September 2024
Puluhan Komunitas Tolak Rencana Pemasangan Chattra Borobudur, Biksu Juga Ikut Menolak
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"SLEMAN, BERNAS.ID Sebanyak 43 komunitas pecinta dan pelestari cagar budaya dari berbagai wilayah di Indonesia menyatakan menolak rencana pemasangan chattra st..."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 September 2024.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita budaya terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID – Sebanyak 43 komunitas pecinta dan pelestari cagar budaya dari berbagai wilayah di Indonesia menyatakan menolak rencana pemasangan chattra stupa induk Candi Borobudur oleh pemerintah pada 18 September 2024 mendatang. Pernyataan sikap bersama dari puluhan komunitas tersebut dibacakan di markas Komunitas Kandang Kebo Yogyakarta, Selasa (10/9/2024).

Sejumlah komunitas yang terlibat dalam aksi ini di antaranya:

1. Komunitas Kandang Kebo Yogyakarta

2.

PLA Sunan Kali Banger Probolinggo

3. Komunitas Kali Sileng Borobudur

4. Lembaga Adat Desa Borobudur

5.

Daya Desa Borobudur

6. Gen Nur Karanganyar

7. Tapak Jejak Kadhiri

8.

Tjilatjap History-Cilacap.

9. Kota Toca Magelang

10. HPI Jateng

11.

SIMK ( Sidoarjo Masa Kuno)

12. BHHC (Banjoemas History Heritage Community)

13. PASAK (Pelestari Sejarah-Budaya Kadhiri)

14.

Komunitas Cagar Budaya Banjarnegara

15. KPMI (Kelompok Pencinta Museum Indonesia) Jakarta

16. Tuban Bercerita

17.

Kuningan Institute

18. Jejak Yang Terlupakan

19. Kompas Madya (Komunitas Pelestari Sejarah Madiun Raya)/Historie Van Madioen

20.

Pontianak Heritage Movement

21. Sekolah Purbakala Yogyakarta

22. Tapak Jejak Kerajaan -Sidoarjo

23.

Taksaka -Magelang

24. Komunitas Kandang Gudel Sleman

25. Kendal heritage

26.

Lembaga Eskavasi Budaya Beku Bhei Bhei

27. Perkumpulan Rumah Kempo Muaro Jambi

28. Relawan Cetho (RECO) – Karanganyar

29.

Boyolali Heritage Society (BHS)

30. Yayasan Warisan Budaya Mataram Pleret Jogjakarta

31. Depok Heritage Community (Depok Jawa Barat)

32.

Boemi Poeger Jember

33. Komunitas Penggiat Sejarah Kulon Progo (KPSKP)

34. Komunitas Historia Sulawesi Tengah (KHST)

35.

Komunitas Wisata Sejarah (KUWAS)

36. Komunitas Sumenep Tempo Dulu (STEDU)

37. Komunitas Bara Swara

38.

Lamongan Bercerita

39. Medang Heritage Society (MHS) Yogyakarta

40. Pangudi Olahrasa Hayuningbawana (POH) Magelang

41.

Java | Talk through Art Magelang

42. Forum Komunitas Seni-budaya Magelang (FKSM)

43. Medang Kingdom Community Magelang

 

“Kami mendesak pemerintah untuk menghentikan pemasangan chattra pada stupa induk Candi Borobudur.

Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, akademisi, pecinta sejarah, dan budaya untuk mendukung pelestarian Candi Borobudur dengan cara yang bertanggung jawab dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan kaidah keilmuan, karena Candi Borobudur adalah warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang penuh dengan nilai filosofis berdasarkan bentuknya, sehingga apabila terjadi penambahan atau perubahan maka dapat mengubah makna yang terkandung di dalamnya.

Mari kita tunjukkan bahwa kita peduli dan bertanggung jawab terhadap peninggalan budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan bersama ini,” ujar Maria Tri Widayati selalu perwakilan massa.

Baca juga: Pray For Borobudur Menggema Ketika Jokowi Direncanakan Pasang Batu di Puncak Borobudur

Ancah Yosi Cahyono selalu perwakilan Komunitas Kandang Kebo menyampaikan, berdasarkan data pengamatan arkeologis di lapangan, ditemukan bahwa seluruh bangunan stupa di Jawa yang telah berhasil direstorasi Belanda ternyata tidak ada satupun yang memiliki chattra. Chattra Borobudur yang pernah dipasang dan telah diturunkan kembali oleh Van Erp pada pemugaran tahun 1907-1911 bukanlah chattra asli.

Sebab asisten Van Erp, Jean Jacques de Vink, telah menemukan bekas stupa tempat pemakaman di kawasan candi dan guci-guci yang ada di dalamnya berisi abu jenazah tiga orang yang dimakamkan di sana.

Informasi dari de Vink ini tercatat dalam Notulen Bataviaasch Genootshap yang tertulis pada awal tahun 1912, halaman 23-26. Van Erp dapat membuktikan bahwa keping-keping chattra yang ditemukan tidak berasal dari stupa utama, melainkan dari stupa guci abu yang ditemukan de Vink.

“Parahnya lagi, pasca diturunkan oleh Van Erp batuan chattra tersebut dibuang seluruhnya. Hingga lama kemudian 1995 Pak Werdi nemu beberapa batu, yang ia curigai sebagai sisa batuan Van Erp.

Karena latar belakangnya adalah juru pugar, dengan secuil batu tersebut Pak Werdi kemudian menyusun chattra Van Erp berdasarkan gambar yang ia miliki,” papar dia.

Yosi meneruskan, untuk mengganti sebagian besar batu sisa chattra Van Erp yang hilang, Pak Werdi menggantinya dengan batu baru. Petaka disini, chattra versi Pak Werdi inipun kemudian disimpan oleh Dinas Purbakala, dengan narasi sebagai chattra versi Van Erp.

“Bermodal foto dan minim literasi, banyak publik yang mengira chattra itu merupakan chattra yang pernah dipasang Van Erp. Mereka kemudian menuntut untuk kemudian chattra itu kembali dipasang.

Ini kan aneh, batu Van Erp yang asli aja 40%, belum lagi dikurangi dari Pak Werdi yang nemu beberapa cuil. Hilang dong keasliannya,” kata dia.

Baca juga: 1200 Tahun Borobudur Diperingati Dengan Dharmayatra dan Puja Adi Buddha

Kajian oleh Balai Konservasi Borobudur menemukan bahwa relief galeri IV No.13 Borobudur memiliki bentuk yang serupa dengan stupa induk Candi Borobudur, di mana gambar relief ini tegas tidak memiliki chattra. Menurut Yosi, stupa-stupa yang ada di negara-negara lain memiliki bentuk dan ciri khas sesuai budaya masing-masing, dengan demikian stupa yang ada di luar Jawa tidak dapat dijadikan acuan untuk bentuk stupa di Jawa.

“Pengambilan keputusan untuk memasang chattra pada puncak stupa induk Candi Borobudur dengan demikian tidak sesuai dengan kaidah ilmiah arkeologi dan dapat merusak keaslian Candi Borobudur.

Dengan kata lain pemasangan chattra merupakan bentuk vandalisme cagar budaya yang secara terang-benderang dilakukan oleh Pemerintah,” tegasnya.

 

Sejumlah Biksu Juga Menolak

Sementara itu dari kalangan agamawan, sejumlah biksu juga menyatakan menolak pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur. Salah satunya adalah Bhikkhu Dhammiko Mahāthera dari Saṅgha Theravāda Indonesia.

“Saya sejalan dengan hasil penelitian ilmiah para ahli,” ujarnya kepada Bernas.id, Selasa (10/9/2024).

Ia menambahkan, beberapa rekan biksu yang ia kenal juga sepemahaman dengannya, namun belum bersedia berkomentar. Dirinya juga membocorkan, ada investasi besar di balik proyek pemasangan chattra di stupa induk Borobudur ini.

“Ugal-ugalan dan tidak mengikuti kajian ilmiah,” tegas dia. (den)

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Puluhan Komunitas Tolak Rencana Pemasangan Chattra Borobudur, Biksu Juga Ikut Menolak?

SLEMAN, BERNAS.ID Sebanyak 43 komunitas pecinta dan pelestari cagar budaya dari berbagai wilayah di Indonesia menyatakan menolak rencana pemasangan chattra st...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Puluhan Komunitas Tolak Rencana Pemasangan Chattra Borobudur, Biksu Juga Ikut Menolak”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.