Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Politisi PKS Dorong Pemerintah Indonesia Sikapi Tarif Trump Dengan Skema GSP

Oleh: Redaksi Bernas•5 April 2025
Politisi PKS Dorong Pemerintah Indonesia Sikapi Tarif Trump Dengan Skema GSP
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA,BERNAS.ID Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Kholid, menyingkapi Tarif Trump terhadap perdagangan Indonesia. Menurutnya, Indonesia tid..."

🗓️ Dipublikasikan pada 5 April 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

JAKARTA,BERNAS.ID – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Kholid, menyingkapi Tarif Trump terhadap perdagangan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh terjebak dalam retaliasi perdagangan yang justru bisa merugikan perekonomian nasional.

Ia mendorong pemerintah untuk mengutamakan diplomasi dagang, baik secara bilateral maupun multilateral bersama negara-negara lain yang terdampak kebijakan tersebut.

Baca Juga : Indonesia Jangan Terpaku Pada Ekspor Amerika Serikat Saja

“Indonesia harus menegosiasikan kembali skema Generalized System of Preferences (GSP) dan berbagai hambatan non-tarif agar tetap bisa mengakses pasar Amerika Serikat. Selain itu, kita perlu segera menyiapkan diversifikasi ekspor ke kawasan seperti Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara BRICS, karena lanskap rantai pasokan, perdagangan, dan investasi global akan berubah pasca kebijakan tarif Trump,” ujar Kholid dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).

Lebih lanjut, Kholid menyoroti AS sebagai salah satu mitra dagang utama dan surplus perdagangan Indonesia terhadap AS mencapai 16,8 miliar Dolar AS, kebijakan ini bisa memukul industri yang bergantung pada pasar AS.

“Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat mencakup tekstil, garmen, mebel, elektronik, dan machinery tools terkait otomotif. Kita perlu menyiapkan skema fiskal untuk melindungi industri padat karya yang terdampak langsung, serta mengantisipasi risiko lay off atau PHK massal,” tambahnya.

Baca Juga : 8 Alasan Mengambil Jurusan Ekonomi Manajemen, Kamu Minat?

Selain itu, perang dagang bisa memicu aliran modal keluar (capital outflow) dan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah.

Oleh karena itu, pemerintah harus menyiapkan langkah mitigasi di sektor keuangan.

“Transmisi dampak perang dagang tidak hanya terjadi melalui jalur perdagangan, tetapi juga melalui pasar keuangan. Potensi keluarnya modal asing harus diantisipasi agar tidak memperburuk tekanan terhadap rupiah,” pungkasnya. (FIE)

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram