Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Petisi Mendesak Erick Thohir untuk Mengundurkan Diri sebagai Ketua PSSI

Oleh: Redaksi BERNAS•22 Oktober 2025
Petisi Mendesak Erick Thohir untuk Mengundurkan Diri sebagai Ketua PSSI
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: wordpress-news.bernas.id
"JAKARTA,BERNAS.ID – Kita semua adalah saksi mata dari semangat yang membara ketika Tim Nasional Sepakbola Indonesia bermain! Selama masa jabatan Ketua Umum PSSI Erick Thohir hingga kini, kami melihat usaha yang telah dilakukan seperti proses naturalisasi pemain yang cepat. Namun, semangat saja tidak cukup. Ibarat membangun rumah, kita tidak bisa hanya fokus pada cat atau"

🗓️ Dipublikasikan pada 22 Oktober 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita olahraga terbaru →

JAKARTA,BERNAS.ID – Kita semua adalah saksi mata dari semangat yang membara ketika Tim Nasional Sepakbola Indonesia bermain!

Selama masa jabatan Ketua Umum PSSI Erick Thohir hingga kini, kami melihat usaha yang telah dilakukan seperti proses naturalisasi pemain yang cepat.

Namun, semangat saja tidak cukup.

Ibarat membangun rumah, kita tidak bisa hanya fokus pada cat atau tampilan luar, namun membiarkan fondasi rumah didalamnya rapuh.

Setelah kegagalan Timnas Senior PSSI lolos Piala Dunia 2026 maka kini saatnya kita melakukan evaluasi dan menuntut pertanggungjawaban. Mengapa Erick Thohir harus mengundurkan Diri?

Petisi ini dibuat bukan atas dasar kebencian, namun pada kecintaan kami terhadap masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik dan profesional.

Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia PSTI Ignatius Indro melihat, ada 3 alasan kritis mengapa Erick Thohir harus mengundurkan diri sebagai Ketua PSSI.

Baca Juga :PSTI Beberkan Soal Kunci Kekalahan Indonesia Atas Arab Konflik Kepentingan dan Rangkap Jabatan.

Posisi Erick merangkap sebagai Ketua Umum PSSI dan juga Menpora merupakan anomali yang berbahaya.

Posisi ini menimbulkan potensi konflik kepentingan, merusak etika dan memungkinkan pengaruh politik dalam PSSI.

“Sepak Bola Indonesia membutuhkan pemimpin yang fokus 100% tanpa berbagi fokus antara federasi sepakbola dengan cabang olahraga lain ataupun birokrasi di Kemenpora.

Jabatan sebagai Ketua Umum PSSI juga tidak boleh menjadi atar tawar atau batu lompatan politik.

Erick seharusnya memilih satu jabatan saja menjadi Ketua Umum PSSI atau Menpora. Tidak boleh merangkap keduanya,” Ujar Indro. Menurut Indro, kegagalan Membangun Fondasi Struktural.

Janji reformasi sepak bola nasional hanyalah lips service belaka. Dari segi manajerial, tidak ada perubahan mendasar yang telah dilakukan. Masih ada masalah kronis yang belum diselesaikan.

Misal saja masalah penunggakan gaji pemain di klub-klub liga masih terjasi. Di semua klub gaji pemain bukan hal sepele.

Roadmap Jangka Panjang, Perbaikan Liga, Pembinaan Usia Dini dengan kompetisi usia dini yang memperbaiki mental bertanding pemain, dan Kompetisi Putri yang terstruktur dan berkualitas belum menjadi prioritas utama.

Baca Juga :PSTI Tanggapi Pelarangan Suporter Tamu oleh I.League : Jangan Jadikan Suporter dan FIFA Sebagai Kambing Hitam “PSSI juga masih terlihat sibuk pada isu permuakaan daripada membangun tata kelola yang profesional dan akuntabel dari level bawah hingga liga,” Tambah Indro.

Pertanggungjawaban Moral Atas Kegagalan. Prestasi tertinggi yang diraih di ajang Asia, merupakan langkah yang bagus.

Namun, tidak lolos Piala Dunia 2026, menjadi sinyal bahwa proses besar ini, masih jauh dari kata sempurna.

Dalam budaya kepemimpinan yang bertanggung jawab, seorang pemimpin harus bersedia menanggung kegagalan. “Dalam hal ini target tertinggi yang ditetapkan dan tidak tercapai.

Mundur, merupakan sebuah tanggung jawab yang paling kredibel kepada jutaan supporter,” Lanjutnya.

Ditambahkan aktivis 98 Hisia Martogi Lumban Gaol, Pemimpin PSSI harus melampaui target pencitraan, dengan pemimpin yang mampu, dan berani dengan reformasi struktural total, sepak bola Indonesia menjadi lebih kompetitif dan lebih kuat.

Dan ini dinilai merupakan saat yang tepat. “Masa Depan Sepak Bola Ada Di Tangan Kita.

Dengan pemimpin yang terfokus, bebas dari konflik kepentingan, dan bersedia melakukan reformasi total, bukan hanya untuk dipamerkan, kita akan melihat sepak bola Indonesia bangkit,” tambahnya.

“Jika Anda percaya sudah saatnya PSSI dipimpin oleh seseorang yang terfokus dan bertanggung jawab serta bebas secara politik untuk memastikan masa depan yang lebih cerah bagi dunia sepak bola, silakan tanda tangani petisi ini!” kata Togi lagi.

“Kami meminta semua pendukung dan yang mencintai sepak bola Indonesia untuk mendukung dan memperkuat petisi ini.” Tutupnya. (FIR)

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Petisi Mendesak Erick Thohir untuk Mengundurkan Diri sebagai Ketua PSSI?

JAKARTA,BERNAS.ID – Kita semua adalah saksi mata dari semangat yang membara ketika Tim Nasional Sepakbola Indonesia bermain! Selama masa jabatan Ketua Umum PSSI Erick Thohir hingga kini, kami melihat usaha yang telah dilakukan seperti proses naturalisasi pemain yang cepat. Namun, semangat saja tidak cukup. Ibarat membangun rumah, kita tidak bisa hanya fokus pada cat atau

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Petisi Mendesak Erick Thohir untuk Mengundurkan Diri sebagai Ketua PSSI”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.