Pekerja Industri Perhotelan dan Wisata di DIY sedang Tidak Baik-baik Saja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sejak diberlakukannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 terkait efisiensi anggaran pemerintah dalam APBN dan APBD, sangat mempengaruhi industri pariwisata khususnya perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Yang secara langsung juga berimbas pada nasib para pekerja di industri pariwisata yang terkena dampak dari efisiensi anggaran tersebut.
Belum lagi adanya larangan study tour pada beberapa daerah, yang membuat Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata menjadi sepi pengunjung dibeberapa saat.
Baca Juga : Kebijakan Efisiensi Anggaran Ancam 10.000 Pekerja Wisata DIY
Ketua Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Ekonomi dan Kreatif- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP Parekraf-KSPSI) DIY, Wahagi menyebut kondisi pekerja di industri pariwisata di DIY sementara ini masih bisa bertahan, namun jika efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah tetap diteruskan akan membawa dampak yang buruk.
“Jika efisiensi anggaran dari pemerintah tidak kunjung dibuka, dikhawatirkan dalam bulan Juni-Juli ini akan berdampak pada PHK pekerja perhotelan dan wisata,” ujar Wahagi, Jumat (16/5/2025).
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifKuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Terlebih pada libur panjang Waisak ini yang semula diharapkan dapat meningkatkan okupansi hotel, tetapi malah sebaliknya, dan itu diakui Wahagi sangat berpengaruh pula pada pekerjanya.
“Sangat berpengaruh sekali terhadap revenue hotel, karena revenue turun tapi pengeluaran tetap tidak turun, seperti pembayaran gaji, pajak, listrik, air dan BPJS, serta biaya operasional lainnya,” katanya.
Untuk itu dia berharap, pemberlakuan efisiensi anggaran ini dapat dihentikan, guna membuka kran air bagi para pekerja maupun pengusaha di bidang pariwisata di DIY.
Baca Juga : Pekerja dan Buruh DIY Sampaikan Aspirasi kepada Pemerintah
“Harapan dari serikat pekerja adalah untuk efisiensi segera dipulihkan dan ada subsidi berkaitan dengan pembayaran pajak, BPJS, PDAM, danlain-lain, termasuk pembukaan perijinan dalam sektor pariwisata,” katanya.
Serikat pekerja pariwisata juga memberikan masukan terhadap pemerintah, karena industri perhotelan dan wisata memerlukan waktu yang lama untuk pemulihan secara ekonomi, walaupun anggaran dari pemerintah sudah dibuka.
“Untuk itu perlu beberapa subsidi atau terobosan kompensasi mengenai pengurangan pajak, listrik, PDAM, dan BPJS, karena itu berat sekali,” pungkasnya.
(cdr)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda