Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

PBTY 2026 Diupayakan Jadi Tongkrongan Ngabuburit, Ada Free Takjil

Oleh: Redaksi Bernas•11 Februari 2026
PBTY 2026 Diupayakan Jadi Tongkrongan Ngabuburit, Ada Free Takjil
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2026 XXI akan digelar pada 25 Februari–3 Maret 2026 di kawasan Kampung Ketandan, Malioboro, bertepatan dengan bulan Ramadan 1447 H. Meng..."

🗓️ Dipublikasikan pada 11 Februari 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2026 XXI akan digelar pada 25 Februari–3 Maret 2026 di kawasan Kampung Ketandan, Malioboro, bertepatan dengan bulan Ramadan 1447 H. Mengusung tema “Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa”, acara ini bakal disesuaikan sebagai destinasi ngabuburit dengan penyediaan takjil, bazar kuliner, pertunjukan budaya, dan Malioboro Imlek Carnival pada 28 Februari 2026.

Ketua Panitia PBTY 2026 Jimmy Sutanto mengatakan, panggung utama acara tahun ini berada di Jalan Suryatmajan, bisa dinaikkan dan diturunkan, sehingga tidak sepenuhnya menghalangi jalan. Terdapat juga panggung ngabuburit bagi warga yang ingin berbuka puasa, sehingga acara ini memang berusaha memfasilitasi ibadah warga Yogyakarta yang beragama Islam.

“Jadi bisa merangkul semua pihak,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Sementara itu, Wakil Ketua Pelaksana PBTY 2026, Subekti Saputro Wijaya mengatakan, yang berbeda pada tahun ini ialah pelaksanaan PBTY di saat bulan Ramadan.

“Rencananya, kami juga akan menyediakan takjil bagi masyarakat di beberapa titik lokasi., di depan gapura dan di Jalan Suryatmajan.

Ini kami minta dari anggota tenant,” katanya.

Baca juga: Strategi Sukses Raih Cuan Bisnis Fashion Imlek 2025

Subekti pun menuturkan, tema PBTY 2026 adalah ‘Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa’. Tema ini diangkat karena Yogyakarta dikenal dengan sebutan city of tolerance, dan PBTY 2026 juga harus mencerminkan makna dari sebutan tersebut.

“Apapun bentuknya dan dari manapun asalnya, semua apa yang kita punya sekarang ini tentu warisan yang perlu terus dilestarikan. Dan nanti ada satu hari khusus, yakni penyelenggaraan Malioboro Imlek Carnival pada Sabtu, 28 Februari 2026,” imbuhnya. (den)

 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram