Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Muhammadiyah Luncurkan Toko Oleh-Oleh ‘1915’, Perpanjangan Dakwah dan Dukungan Pariwisata Yogyakarta

Oleh: Christina Dewi•11 Agustus 2026
Muhammadiyah Luncurkan Toko Oleh-Oleh ‘1915’, Perpanjangan Dakwah dan Dukungan Pariwisata Yogyakarta
Foto: Christina Dewi/Bernas.id
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Muhammadiyah meresmikan Toko Oleh-oleh 1915 di Yogyakarta sebagai perpanjangan dakwah dan dukungan pariwisata pada Milad ke-111 Suara Muhammadiyah."
Muhammadiyah Luncurkan Toko Oleh-oleh ‘1915’ di Yogyakarta

🗓️ Dipublikasikan pada 11 Agustus 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Suasana Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Selasa (11/8/2026) terasa istimewa dengan digelarnya soft opening Toko Oleh-oleh “1915” milik Muhammadiyah. Peresmian ini bertepatan dengan Milad ke-111 Majalah Suara Muhammadiyah, menjadikan momentum bersejarah yang menghubungkan perjalanan panjang dakwah persyarikatan dengan geliat ekonomi kreatif dan pariwisata kota pelajar.

Makna Nama “1915”

Nama “1915” bukan sekadar angka, melainkan simbol perjalanan dakwah yang dimulai sejak terbitnya Majalah Suara Muhammadiyah pada 13 Agustus 1915. Kini, lebih dari satu abad kemudian, semangat itu hadir kembali dalam bentuk ruang pelayanan yang menyatukan dakwah, wisata, dan ekonomi.

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah, Deni Asy’ari, MA Dt. Marajo, menegaskan: “Jika pada tahun 1915 Muhammadiyah berdakwah lewat tulisan, maka pada 2026 ini kami ingin berdakwah juga lewat perjalanan wisata,” ujarnya.

Sinergi dengan Wisata dan Hotel SM Tower

Toko ini melengkapi jaringan Hotel SM Tower, menjadi jawaban atas kebutuhan warga Muhammadiyah, Aisyiyah, dan wisatawan. Deni merujuk pada Surat Al-Jumu’ah ayat 10, yang menekankan pentingnya bertebaran di bumi setelah salat, termasuk dalam bentuk perjalanan wisata sebagai ibadah.

Dukungan dari LP Parekraf dan PP Muhammadiyah

Wakil Ketua Lembaga Parekraf PP Muhammadiyah, Tetra Budiarto, menyampaikan apresiasi: “Tempat ini luar biasa, disulap menjadi ruang belanja yang nyaman dan lengkap. Wisatawan kini tak perlu bingung mencari oleh-oleh di kawasan nol kilometer,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menekankan bahwa Toko Oleh-oleh 1915 adalah wujud nyata dukungan Muhammadiyah bagi tiga wajah utama Yogyakarta: kota budaya, kota pariwisata, dan kota pelajar. Ia berharap toko ini menjadi ruang yang menjaga jati diri Yogyakarta sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Alternatif Belanja Baru di Jantung Kota

Dengan lokasi strategis dekat Parkir Ngabean, Toko Oleh-oleh “1915” hadir sebagai destinasi utama untuk mendapatkan produk khas Yogyakarta. Konsepnya nyaman, lengkap, dan terpercaya, sekaligus menjadi tonggak dakwah ekonomi Muhammadiyah yang berlandaskan nilai keimanan.

Kehadiran Toko Oleh-oleh “1915” bukan hanya menambah pilihan belanja wisatawan, tetapi juga memperkuat peran Muhammadiyah dalam dakwah bil-kalam dan bil-rihlah. Sebuah langkah nyata yang menyatukan sejarah, budaya, dan ekonomi dalam satu ruang pelayanan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram