Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Monitoring dan Evaluasi Inflasi DIY Semester I 2025 dan Upaya Pengendalian Inflasi ke Depan

Oleh: Redaksi Bernas•24 Juni 2025
Monitoring dan Evaluasi Inflasi DIY Semester I 2025 dan Upaya Pengendalian Inflasi ke Depan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi gabungan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada..."

🗓️ Dipublikasikan pada 24 Juni 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi gabungan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Mei 2025 terjaga pada rentang sasaran nasional sebesar 2,5%+1% (yoy), dengan realisasi sebesar 2,04% (yoy). Hal ini menjadi sinyal positif bagi DIY untuk terus menjaga capaian sasaran inflasi nasional ke depan.

Namun demikian, terdapat beberapa faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu risiko inflasi DIY, yaitu pengaruh faktor musiman meliputi cuaca, pola tanam, dan permintaan serta kenaikan tensi geopolitik global yang berpotensi memicu tekanan harga komoditas global.

Merespons hal tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-DIY pada 24 Juni 2025 menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) untuk melakukan evaluasi inflasi pada semester I 2025 serta upaya pengendalian inflasi ke depan. Kegiatan HLM ini juga merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) wilayah Jawa 2025 yang dicanangkan di DIY.

Kegiatan HLM dipimpin langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta diikuti oleh Walikota/Bupati se-DIY, Wakil Kepala Kepolisian Daerah DIY, Kepala BINDA DIY, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Pj.

Sekretaris Daerah DIY, Kepala BPS DIY, dan anggota TPID se-DIY.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan perlunya inisiatif pengendalian inflasi berdasarkan kerangka 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Beberapa inisiatif prioritas yang perlu terus dilanjutkan dan dioptimalkan antara lain keberlanjutan produksi bahan pangan, penggunaan belanja daerah yang lebih optimal sebagai bantalan fiskal yang tangguh, Operasi Pasar/Gerakan Pasar Murah/Stabilisasi Pasokan Harga Pangan yang menjangkau kantong kemiskinan, integrasi data spasial melalui Geoportal, peningkatan literasi publik, percepatan implementasi Sistem Logistik Daerah (Sislogda) dan digitalisasi neraca pangan untuk mendukung pemetaan kebutuhan Kerjasama Antar Daerah (KAD).

“Upaya stabilitasi dan ketahanan pangan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang didukung dengan inovasi dari berbagai pihak baik dari Pemerintah Daerah, Kementerian dan Lembaga, serta lapisan masyarakat untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan pentingnya menindaklanjuti arahan GNPIP agar inflasi DIY terkendali antara lain dengan peningkatan produksi komoditas pangan strategis, penguatan program offtaker untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan antar waktu dan antar daerah. “Serta penguatan KAD untuk pemenuhan dan distribusi pasokan pangan,” kata dia.

Baca juga: Ini Strategi Antisipasi Tekanan Inflasi Akhir Tahun DIY

Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, menjelaskan bahwa inflasi DIY bersifat fluktuatif namun pergerakannya masih sejalan dengan inflasi nasional.

Adapun inflasi DIY selama Januari-Mei 2025 (mtm) menurut hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 utamanya disumbang dari komoditas dengan andil terbesar yaitu bensin dan beras dengan bobot masing-masing sebesar 5,57% dan 5,04%.

Setiap daerah perlu melakukan pemetaan dan pengendalian terhadap komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan atau penurunan harga, utamanya pada komoditas yang memiliki andil yang besar dan komoditas yang memiliki gejolak harga yang tinggi.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi antar pihak untuk menyampaikan kondisi, tantangan, serta strategi yang dilakukan oleh seluruh TPID di Kabupaten/Kota se-DIY pada semester I 2025. Seluruh kepala daerah dan instansi perwakilan TPID se-DIY berkomitmen untuk mengoptimalkan berbagai upaya dan strategi pengendalian inflasi DIY.

Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin semakin kuat untuk mengawal tercapainya inflasi DIY dalam rentang sasaran inflasi nasional. (den)

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Monitoring dan Evaluasi Inflasi DIY Semester I 2025 dan Upaya Pengendalian Inflasi ke Depan?

YOGYAKARTA, BERNAS.ID Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi gabungan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Monitoring dan Evaluasi Inflasi DIY Semester I 2025 dan Upaya Pengendalian Inflasi ke Depan”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.