Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Manajer Kopdes Merah Putih Ditempatkan Pekan Depan, Target 25 September 2026

Oleh: Redaksi BERNAS•17 September 2026
Manajer Kopdes Merah Putih Ditempatkan Pekan Depan, Target 25 September 2026
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"Kementerian Koperasi mematok target penempatan manajer Kopdes Merah Putih paling lambat 25 September 2026. Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara menyoroti lamb"

🗓️ Dipublikasikan pada 17 September 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita ekonomi terbaru →

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan dilakukan paling lambat 25 September 2026.

PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan siap menampung 13 ribu hingga 15 ribu manajer yang telah selesai mengikuti pelatihan untuk segera diterjunkan ke koperasi yang siap beroperasi.

Target itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN serta PT Agrinas Pangan Nusantara pada Rabu, 16 September 2026.

Ferry menegaskan seluruh proses harus tuntas sesuai mekanisme Instruksi Presiden yang sudah dibuat.

Namun di balik target itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota meluapkan kekecewaannya.

Melalui unggahan Instagram pribadinya @bung.joaomota pada Senin, 14 September 2026, ia mempertanyakan mengapa penempatan orang di lapangan yang ia nilai sebagai hal teknis sederhana justru berlarut-larut.

Apa Sebenarnya yang Menghambat?

Akar persoalannya ada pada proses verifikasi, validasi, dan evaluasi yang dilakukan secara paralel dengan BPKP sebelum berita acara serah terima dilakukan.

Ferry menyatakan asumsinya proses itu sudah selesai, sehingga per tanggal 25 September penempatan bisa dilakukan oleh PT Agrinas.

"Kita bisa asumsinya itu sudah ada selesai verifikasi, validasi.

Setelah itu selesai dievaluasi secara paralel dengan BPKP kemudian dilaksanakan berita acara serah terima," ujar Ferry Juliantono, dikutip dari laporan CNN Indonesia.

Joao menilai persoalannya jauh lebih sederhana dari itu. Ia menyoroti kebiasaan birokrasi yang selalu menunggu kucuran anggaran sebelum bekerja, serta kurangnya inisiatif dan kreativitas dalam mengeksekusi program.

"Kok sedikit-sedikit kerja itu harus selalu harus ada uang dulu baru kerja. Seolah-olah kayaknya tidak ada inisiatif, tidak ada kreativitas dalam bekerja gitu.

Ini kerja model apa ini? Ini hanya menghambat saja gitu," kata Joao, dikutip dari laporan CNN Indonesia.

Ia bahkan menawarkan jalan pintas yang ia nilai jauh lebih efisien.

Menurutnya, cukup serahkan nama dan kontak manajer yang telah lulus pelatihan kepada Agrinas, lalu perusahaan itu yang akan mengirim email dan menempatkan mereka tanpa perlu biaya tambahan.

Ketika Birokrasi Melempar Tanggung Jawab ke Presiden

Yang lebih menyayat, Joao menyayangkan sikap instansi terkait yang terkesan melempar tanggung jawab teknis langsung ke Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai program besar ini seharusnya didukung semua pihak, bukan malah saling menunggu.

"Ini suatu program besar yang harus segera berjalan dan harusnya semua pihak mendukung. Ini semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden.

Apa sih ini kendalanya gitu? Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu, kayak saya ndak habis pikir gitu," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan ia tidak ingin proses ini berlarut-larut.

Ia meminta penentuan orang dan posisi diserahkan kepada Agrinas Pangan yang sudah mengetahui koperasi mana yang siap beroperasi.

"Saya tidak mau berlarut-larut prosesnya untuk segera dituntaskan sesuai dengan mekanisme di Inpers yang sudah dibuat," kata Dony Oskaria, dikutip dari laporan CNN Indonesia.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Berapa banyak invoice manual yang Anda cetak per bulan?

Dalam rapat tersebut, Ferry juga menekankan perlunya segera memutuskan rencana penempatan manajer, termasuk besaran gaji dan tunjangan.

Ia ingin memastikan seluruh proses berjalan tepat waktu agar operasionalisasi KDKMP dapat segera dilaksanakan dengan baik.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Desa

Keterlambatan ini bukan sekadar soal administratif. Ribuan manajer yang telah dilatih menjadi tidak produktif dan tidak dapat menjalankan fungsinya.

Masyarakat desa yang menjadi target utama program ini pun tidak segera merasakan manfaat ekonomi dari koperasi.

Kopdes Merah Putih merupakan program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui koperasi.

Jika operasionalisasi KDKMP tidak segera berjalan, potensi pertumbuhan ekonomi desa, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa akan tertunda.

Reputasi pemerintah dalam mengeksekusi program strategis nasional juga dipertaruhkan.

Inefisiensi birokrasi semacam ini dapat menurunkan kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap kemampuan pemerintah mengeksekusi kebijakan di lapangan.

Persoalan ini sejalan dengan tantangan tata kelola yang kerap muncul dalam berbagai program nasional, sebagaimana dibahas dalam laporan mengenai Keamanan Siber Nasional 2026: Serangan Naik 45 Persen yang menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur kelembagaan.

Jalan Keluar yang Bisa Ditempuh

BERNAS merekomendasikan percepatan penempatan manajer Kopdes Merah Putih melalui digitalisasi proses verifikasi, validasi, dan evaluasi berbasis dashboard terintegrasi antara Kementerian Koperasi, BP BUMN, BPKP, dan PT Agrinas Pangan Nusantara.

Integrasi ini menghilangkan bottleneck birokrasi yang selama ini menjadi alasan keterlambatan.

Penyerahan data manajer yang telah lulus pelatihan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara dalam format digital, mencakup nama, kontak, dan kompetensi, memungkinkan deploy dilakukan secara paralel tanpa menunggu berita acara serah terima konvensional.

Penetapan target harian penempatan yang terukur dan transparan, serta publikasi progres secara real-time melalui kanal resmi pemerintah, akan menjaga akuntabilitas publik.

Penyelesaian segera besaran gaji dan tunjangan manajer juga krusial agar tidak menjadi hambatan administratif baru.

Terakhir, mekanisme eskalasi cepat untuk kendala teknis di lapangan perlu dibangun tanpa harus melempar tanggung jawab ke Presiden.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat Inpres dan mempercepat operasionalisasi KDKMP demi kesejahteraan masyarakat desa.

Prinsip efisiensi eksekusi kebijakan serupa juga dibahas dalam laporan mengenai Ekspansi GoTo & Talenta Digital: Peluang Emas Alumni IT di Ekosistem Tech RI yang menekankan pentingnya kecepatan adaptasi kelembagaan.

Ujian bagi Komitmen Pemerintah

Dengan tenggat 25 September 2026 yang tinggal menghitung hari, publik akan menyaksikan apakah target ini benar-benar terealisasi atau kembali menjadi deretan janji administratif.

Yang dipertaruhkan bukan hanya angka penempatan, melainkan kepercayaan desa-desa di seluruh Indonesia bahwa program ini benar-benar hadir untuk mereka.

Seperti halnya respons pasar terhadap kebijakan ekonomi yang dibahas dalam Prospek IHSG Pekan Awal September 2026: Respons Mahendra Siregar soal Saham, eksekusi kebijakan yang lamban selalu punya konsekuensi nyata bagi kepercayaan publik.

Pertanyaannya kini sederhana: apakah birokrasi akan bergerak, atau menunggu Presiden turun tangan sekali lagi?

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Manajer Kopdes Merah Putih Ditempatkan Pekan Depan, Target 25 September 2026?

Kementerian Koperasi mematok target penempatan manajer Kopdes Merah Putih paling lambat 25 September 2026. Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara menyoroti lamb

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Manajer Kopdes Merah Putih Ditempatkan Pekan Depan, Target 25 September 2026”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.