JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendesak Pemprov DKI membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk mencegah tawuran remaja yang terus berulang di berbagai wilayah Jakarta.
Farah menilai, tawuran kerap melibatkan pelajar dan remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara Dinas PPAPP, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan dalam menangani masalah ini.
“Pengawasan terhadap anak-anak masih sangat lemah. Perlu aksi konkret dari sekolah dan dinas terkait,” ujar Farah dikutip Selasa (15/4/2025).
Baca Juga : Tawuran Geng Motor, Satu Pelajar Kena Busur
Ia juga menyoroti minimnya peran sekolah dalam menangani kasus tawuran yang melibatkan siswa.
Menurutnya, jika pelajar terlibat, pihak sekolah harus ikut bertanggung jawab melalui guru BK dan kepala sekolah.
Farah menambahkan, banyak remaja pelaku tawuran berasal dari latar belakang keluarga yang kurang perhatian. Beberapa diasuh oleh kerabat karena orang tua tidak bisa mendampingi secara langsung.
“Mereka ini kurang perhatian. Ada yang dititipkan ke nenek, om, atau tante.
Ini jadi salah satu faktor,” ungkap Farah.
Baca Juga : Kemiskinan Masih Tinggi, Fraksi Golkar Beri Catatan Akhir Tahun untuk Pemda DIY
Ia mendorong Pemprov DKI untuk lebih aktif melakukan sosialisasi dan memaksimalkan fungsi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) agar remaja punya ruang untuk menyalurkan bakat, terutama dalam bidang olahraga.
“Kalau mereka suka olahraga atau bela diri, kan bisa disalurkan ke tempat yang tepat, bukan malah tawuran,” tambah politisi Partai Golkar itu.
Sebagai catatan, tawuran kembali pecah di Penjaringan, Jakarta Utara dan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Minggu (13/4/2025) dan Senin (14/4/2025) dini hari. Polisi menangkap 19 remaja di Penjaringan serta mengamankan senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut. (DID)

