Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Kolaborasi Instiper dan Petani Gunungkidul Atasi Tantangan Kekeringan dengan Teknologi Pemanenan Air Hujan dan Irigasi Otomatis

Oleh: Redaksi Bernas•3 Desember 2024
Kolaborasi Instiper dan Petani Gunungkidul Atasi Tantangan Kekeringan dengan Teknologi Pemanenan Air Hujan dan Irigasi Otomatis
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta sukses melaksanakan program pemberdayaan masyaraka..."

🗓️ Dipublikasikan pada 3 Desember 2024.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta sukses melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul guna menghadapi tantangan kekeringan yang sering melanda wilayah tersebut. Program ini dipimpin oleh Mohammad Prasanto Bimantio bersama tim yang terdiri dari Amir Noviyanto dan Galang Indra Jaya. Fokus utama adalah membantu Kelompok Tani Giri Muda, yang dipimpin oleh Pak Pratomo, di Dusun Koripan I, Kalurahan Sumbergiri, Kecamatan Ponjong.

Gunungkidul terkenal dengan iklim tropisnya yang panas dan distribusi hujan yang tidak merata, menyebabkan periode kekeringan panjang yang berdampak serius pada sektor pertanian.

Dalam upaya mengatasi kendala ini, Tim PKM Instiper memperkenalkan teknologi pemanenan air hujan otomatis dan irigasi tetes untuk tanaman hortikultura.

Hasilnya, produktivitas cabai dan semangka meningkat signifikan, mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat setempat.

Teknologi Pemanenan Air Hujan: Solusi Inovatif untuk Wilayah Kering

Program ini memperkenalkan sistem pemanenan air hujan yang memanfaatkan atap rumah sebagai pengumpul air, yang kemudian disalurkan ke bak penampung melalui sistem filtrasi untuk menjaga kualitas air. Air yang terkumpul digunakan untuk irigasi otomatis pada tanaman hortikultura seperti cabai dan semangka.

“Sistem ini sangat membantu kami, terutama saat musim kemarau.

Sekarang, kami bisa terus menanam tanpa khawatir kekurangan air,” tutur Pak Pratomo, Ketua Kelompok Tani Giri Muda.

Baca Juga Sri Sultan Ikut Panen Di Lumbung Mataraman Gunungkidul

Sistem irigasi otomatis tersebut dilengkapi teknologi sensor tanah yang memantau kelembapan, memastikan penyiraman hanya dilakukan saat diperlukan. Dengan efisiensi tinggi, teknologi ini memaksimalkan penggunaan air dan membantu petani tetap produktif di tengah musim kering.

Dengan teknologi ini, hasil panen hortikultura dari Kelompok Tani Giri Muda dapat meningkat hingga 50% dari awalnya 3 ton kini menjadi 4,5 ton setelah penerapan teknologi oleh Instiper Yogyakarta.

Pemanfaatan Pupuk Kompos untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah

Selain teknologi irigasi, Kelompok Tani Giri Muda juga dilatih untuk memproduksi pupuk kompos dari kotoran sapi. Dengan tambahan mikroorganisme bermanfaat, pupuk ini mampu meningkatkan kualitas tanah dan hasil panen.”Kami belajar cara membuat pupuk yang lebih baik.

Hasilnya, produksi cabai dan semangka meningkat,” kata Pak Pratomo.

Pupuk kompos juga memiliki kemampuan menyerap air lebih baik, berkontribusi pada peningkatan kapasitas simpanan air dalam tanah dan penyediaan nutrisi yang berkelanjutan.

Peningkatan Kapasitas Pasca Panen

Sebagai bagian dari program ini, pelatihan teknik pascapanen juga diberikan, mencakup pengepresan dengan plastik untuk mencegah kontaminasi dan pengemasan untuk menjaga kualitas produk selama distribusi. Langkah ini membantu petani menjangkau pasar yang lebih luas dan mendapatkan harga jual yang lebih baik.

“Kami memberikan pelatihan pemasaran untuk memastikan produk petani dapat bersaing di pasar yang lebih besar,” ungkap Amir Noviyanto, anggota tim PKM.

Dukungan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan

Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dengan Nomor Kontrak Induk yaitu 068/E5/PG.02.00/PM.BATCH.2/2024. Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi yang kuat, program ini membuktikan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pedesaan dan penguatan ketahanan pangan di Gunungkidul.

Dengan keberhasilan program ini, Kelompok Tani Giri Muda menjadi contoh nyata bahwa inovasi teknologi dapat mengatasi tantangan lingkungan, mendukung produktivitas pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (jat)

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Kolaborasi Instiper dan Petani Gunungkidul Atasi Tantangan Kekeringan dengan Teknologi Pemanenan Air Hujan dan Irigasi Otomatis?

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta sukses melaksanakan program pemberdayaan masyaraka...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Kolaborasi Instiper dan Petani Gunungkidul Atasi Tantangan Kekeringan dengan Teknologi Pemanenan Air Hujan dan Irigasi Otomatis”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem