Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto: Pelapor Jalani 23 Pertanyaan di Polda

Oleh: Redaksi BERNAS•15 September 2026
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto: Pelapor Jalani 23 Pertanyaan di Polda
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"Dua perempuan berinisial ANY dan DYP menjalani pemeriksaan intensif selama empat jam di unit PPA Polda Metro Jaya. Kuasa hukum menyoroti tekanan mental kor"

🗓️ Dipublikasikan pada 15 September 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita hukum terbaru →

Dua perempuan berinisial ANY dan DYP telah menjalani pemeriksaan di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya pada Senin, 14 September 2026, terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama figur publik Betrand Peto.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung kurang lebih empat jam tersebut, penyidik mengajukan 23 pertanyaan kepada kedua pelapor.

Kedua pelapor diketahui berprofesi sebagai karyawan dan mahasiswa.

Kuasa hukum mereka, Nathaliel Hutagaol dan Deki Patria, mendampingi jalannya pemeriksaan yang bersifat tertutup karena perkara dugaan tindak pidana asusila.

Kabar ini mencuat ke publik bersamaan dengan beredarnya sejumlah komentar warganet yang meragukan kredibilitas korban.

Sebagian netizen menuduh korban berpura-pura menangis atau menilai akting korban kurang bagus ketika berhadapan dengan kamera. Tekanan Mental Korban dan Stigma yang Mengiringi

Nathaliel Hutagaol mengungkapkan bahwa kondisi psikologis korban saat ini berada dalam tekanan berat. Ia menyayangkan munculnya komentar warganet yang justru menyerang korban alih-alih mendukung proses hukum.

"Ya dia kenapa dia tenang, tanyakan dia. Tanyakan dia. Intinya korban kami kena mental," ujar Nathaliel kepada awak media, seperti dikutip dari laporan Liputan6.com.

Deki Patria menambahkan bahwa kliennya adalah perempuan yang berada dalam posisi termarjinalkan. Ia secara tegas membantah narasi yang mengkriminalisasi korban karena keberadaannya di tempat hiburan malam.

"Sementara korban kami ini adalah perempuan yang termarjinalkan, seperti itu, yang lemah, kemudian dilecehkan," kata Deki.

Ia juga menyoroti perbedaan posisi antara terlapor sebagai figur publik yang terbiasa menghadapi kamera dengan korban yang bukan siapa-siapa di hadapan publik.

Menurutnya, ketenangan di depan media bukanlah indikator kebenaran.

"Jadi sebenarnya bukan masalah ketenangan untuk menyampaikan di depan massa. Dan kita tahu juga si BP itu adalah public figure. Ya kan?

Yang nggak grogi melihat apa seperti ini, ya kan, melihat kamera segala macam," ujar Deki. Mengapa Kasus Ini Penting bagi Industri Hiburan

Kasus ini bukan sekadar perkara hukum individual. Ia membuka tabir kerentanan pekerja perempuan di sektor hiburan Indonesia, terutama mereka yang bukan figur publik dan tidak memiliki kekuatan ekonomi untuk melawan.

Menurut Nathaliel, stigma terhadap perempuan yang berada di klub malam harus dilawan. Ia menegaskan bahwa perempuan yang keluar malam ke tempat hiburan tidak pantas diperlakukan seperti itu.

"Kedua, kami mengimbau kepada semua, korban ini adalah wanita pekerja, punya pekerjaan sebagai karyawan, dan dia juga kuliah. Jadi banyak yang menganggap dia LC, bukan ya.

Jangan sampai cewek yang keluar malam ke tempat hiburan malam, memang pantas dan pantas diperlakukan seperti ini? Apakah cewek cewek yang ke klub malam pantas dilecehkan?

Kan nggak," tegas Nathaliel.

Sementara itu, penyidik telah memeriksa dua orang saksi dan menerima sejumlah bukti. Proses hukum masih berjalan dan belum ada penetapan tersangka dalam perkara ini. Sisi Lain Industri Hiburan: Lahirnya Talenta Muda

Di tengah sorotan kasus tersebut, industri hiburan Indonesia juga mencatat kabar positif dari ajang KapanLagi Pensi Bareng (KLPB) 2026 yang digelar di SMAN 3 Jakarta.

Kompetisi ini melahirkan tiga pemenang dari kalangan pelajar.

Pesona Cipta Teladan keluar sebagai Juara 1 kategori Modern Dance.

Grup ini telah mengoleksi 12 gelar kejuaraan dengan seluruh kompetisi menembus top 3 besar, termasuk Fesflo 30, Cupten 36, Smadu Cup 52, Disco Cup Diponegoro, Thamrin Olymcup MHT, Sixtonation 61, Sevone 71, STVJ UPN, ASC 8, dan Scopella 55.

Shayna Aletha El Farveisa meraih Juara 2 kategori Singing. Ia pernah tampil di Bali dan berkolaborasi dengan musisi senior Indra Lesmana pada tahun 2023.

Sementara Tatra Teladan menyabet Juara 3 kategori Tari Tradisional.

Kontras antara kedua berita ini menunjukkan wajah industri hiburan Indonesia yang ambigu: di satu sisi menjadi ruang tumbuhnya talenta muda, di sisi lain masih rentan terhadap praktik kekerasan dan eksploitasi.

Tantangan bagi Pelaku Industri dan Regulator

Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret figur publik berpotensi berdampak pada kepercayaan sponsor dan investor terhadap industri entertainment.

Kontrak endorsement dan iklan bagi talent yang terlibat kasus hukum biasanya menghadapi risiko penurunan nilai atau pemutusan.

Lebih dari itu, kasus ini mendorong munculnya tuntutan due diligence dan klausul moral conduct dalam kontrak industri hiburan.

Rumah produksi dan agensi dituntut memperkuat kebijakan perlindungan pekerja, terutama perempuan.

Pertanyaan besarnya: apakah industri hiburan Indonesia siap membangun mekanisme perlindungan yang serius? Ataukah kasus ini akan menguap begitu saja seperti banyak kasus serupa sebelumnya?

Sejalan dengan pembahasan dalam Jadwal Sinetron TV Indonesia Hari Ini: Kenapa Sulit Dicari dan Apa Dampaknya, industri hiburan nasional memang menghadapi tantangan struktural yang jarang tersentuh kebijakan publik.

Tiga Langkah Strategis untuk Ekosistem Kreatif yang Aman

Ada tiga langkah yang bisa dipertimbangkan untuk memperbaiki ekosistem industri hiburan Indonesia.

Pertama, pembentukan kode etik industri hiburan yang mengatur standar perilaku talent, mekanisme pelaporan kekerasan seksual yang aman dan anonim, serta sanksi tegas bagi pelanggar.

Kode etik ini idealnya dikelola oleh asosiasi industri bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kedua, pengembangan platform digital terpadu untuk pelaporan dan pendampingan korban kekerasan seksual di sektor hiburan.

Platform ini perlu terintegrasi dengan layanan psikologis dan hukum agar perlindungan bagi pekerja rentan benar-benar menyeluruh.

Ketiga, program inkubasi talenta muda berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada kompetisi seperti KLPB 2026, tetapi juga pembinaan karir jangka panjang, literasi hukum, dan perlindungan pekerja di industri kreatif.

Hal ini sejalan dengan semangat yang dibahas dalam 7 Strategi Emas Menaklukkan Krisis Talenta Digital Menuju Indonesia Maju 2045, di mana ekosistem yang sehat menjadi prasyarat tumbuhnya talenta berkualitas.

Perlindungan Hukum sebagai Fondasi Ekonomi Kreatif

Tanpa perlindungan hukum yang memadai, industri hiburan Indonesia sulit menarik investasi jangka panjang.

Sponsor dan investor cenderung menghindari sektor yang memiliki risiko reputasi tinggi dan mekanisme perlindungan pekerja yang lemah.

Kasus ini menjadi ujian bagi penegak hukum dan pelaku industri. Apakah mereka akan merespons dengan serius, atau membiarkan korban berjuang sendiri di tengah sorotan publik yang seringkali lebih kejam dari pelaku?

Sebagaimana dibahas dalam Diah Permatasari Bawa Misi Promosikan Wastra dan UMKM Indonesia di Amerika, industri kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung global.

Namun potensi itu hanya bisa terwujud jika fondasi perlindungan pekerjanya kuat.

Sementara itu, kasus Aisar Khaled, influencer Malaysia yang dilaporkan sebuah agensi dengan somasi sebanyak tiga kali, menunjukkan bahwa persoalan serupa juga terjadi di negara tetangga.

Ini menandakan perlunya kerjasama regional dalam membangun standar etika industri hiburan.

[STRATEGI SOLUSI]

Industri hiburan dan ekonomi kreatif Indonesia membutuhkan sistem yang mampu melindungi pekerja sekaligus mendorong pertumbuhan.

BERNAS menawarkan beberapa solusi yang bisa menjadi langkah awal bagi pelaku industri, agensi, maupun rumah produksi.

Untuk organisasi yang ingin membangun sistem pelaporan dan pendampingan korban berbasis digital, layanan Consulting Business Plan dari BERNAS dapat membantu menyusun roadmap transformasi digital yang terukur.

Sesi konsultasi 1-on-1 ini mencakup diagnosa peluang, rekomendasi tools, hingga rencana eksekusi.

Bagi agensi atau rumah produksi yang ingin memperkuat kehadiran digital dan mengelola reputasi secara profesional, Jasa SEO & Ads BERNAS menyediakan audit teknis, optimasi kata kunci, dan content engine yang bisa membantu membangun kredibilitas di ruang digital.

Sementara untuk pengembangan talenta muda di industri kreatif, Koding.Studio menawarkan platform pembelajaran dan eksekusi project software engineering terapan yang bisa menjadi jembatan bagi mahasiswa dan profesional muda yang ingin berkontribusi di era digital.

Ingin mendesain ulang karir Anda untuk standar global? Bergabunglah dengan UNMAHA - unmaha.ac.id/pmb.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto: Pelapor Jalani 23 Pertanyaan di Polda?

Dua perempuan berinisial ANY dan DYP menjalani pemeriksaan intensif selama empat jam di unit PPA Polda Metro Jaya. Kuasa hukum menyoroti tekanan mental kor

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Tanya / Konsultasi Gratis

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto: Pelapor Jalani 23 Pertanyaan di Polda”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share

Populer di hukum

Semantic Authority Linker

Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.