Ini Pernyataan Sikap Santri Marhaens Tolak Organisasi Mahasiswa ex HTI di Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Saat ini, bahaya laten yang membahayakan keutuhan NKRI dan membahayakan ideologi Pancasila masih terus berlangsung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dan mulai menunjukkan aktivitasnya kembali dengan melakukan penyebaran ideologi khilafah di kampus-kampus dan kalangan masyarakat.
Kelompok mahasiswa radikal seperti GEMA Pembebasan adalah satu dari banyak organisasi yang memiliki ide dalam penyebaran idiologi khilafah di lingkup mahasiswa, karena merupakan sayap ex HTI di lingkungan kampus.
Baca Juga : Pagar Nusa Kota Yogyakarta Tolak Khilafah dan Gema Pembebasan DIY
Pimpinan Gerakan Santri Marhaens KRHP Anggit Ardi Pramono menyatakan, bahwa dalam menyikapi perkembangan situasi saat ini dimana gerakan-gerakan yang membahayakan keutuhan NKRI dan Pancasila masih masif bergerak.
Maka Santri Marhaens Yogyakarta menggelar aksi pernyataan sikap di Bunderan UGM Yogyakarta, Senin (28/4/2025).
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →“Pernyataan sikap ini bertujuan mengajak dan mengkampanyekan kepada seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa dimanapun berada untuk berani dengan tegas menolak, melawan Khilafah dan menolak keberadaan, serta aktivitas organisasi/kelompok mahasiswa Radikal ex HTI seperti Gema Pembebasan di kampus-kampus di wilayah Yogyakarta, pada aksi pernyataan sikap,” tegasnya.
Ditambahkan Gus Anggit, Santri Marhaens Yogyakarta mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak dan menghukum berat para penyebar paham ideologi transnasional Khilafah, Radikalisme, Terorisme.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari Nol“Dan menutup yayasan kampus dan lembaga yang mengajarkan paham ideologi transnasiaonal Khilafah, Radikalisme, Terorisme di seluruh negeri,” imbuh Gus Anggit.
Untuk itu menyikapi perkembangan situasi Santri Marhaens Yogyakarta menyatakan sikap :
1.
Menolak dan Melawan Khilafah, Radikalisme dan Terorisme yang semakin masif berkembang dan sudah sangat mengkhawatirkan.
Baca Juga : BEM Nusantara DIY Dukung Polri Berantas Radikalisme dalam Dunia Pendidikan
2.
Menolak dan melawan aktivitas organisasi/kelompok mahasiswa Radikal ex HTI seperti Gerakan Mahasiswa (GEMA) PEMBEBASAN DIY.
3.
Bubarkan organisasi/kelompok mahasiswa Radikal di Yogyakarta yang notabene merupakan underbow atau sayap dari ex HTI Khilafah
4.
Mengajak kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat di Yogyakarta khususnya untuk membentengi diri dari propaganda penyebaran ideologi terlarang.
5.
Mengajak kepada mahasiswa dan masyarakat untuk untuk selalu menguatkan Nasionalisme, Kebangsaan, Agama dan Idiologi Pancasila demi menjaga keutuhan NKRI.
(*/cdr)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
GeBUKK Kawal Kasus Nabila, DPRD DIY Turun Tangan: Surati Pengadilan Tinggi
Syawalan dan Kopdar GRS: Silaturahmi Kuatkan Komitmen Pengabdian Masyarakat
347 Takjil Dibagikan, Royal Darmo Malioboro Hotel Hadirkan Ramadan Penuh Keberkahan
49 Tahun Gardena Jogja: Meriahkan Ulang Tahun dengan Semangat Melayani dengan Hati
Gelar Syawalan, Gelora DIY Konsolidasi Tingkatkan Kerja di Bulan Peningkatan
Aliansi Mahasiswa Yogyakarta Serukan Sinergi dengan Polri untuk Stabilitas Keamanan
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
GeBUKK Kawal Kasus Nabila, DPRD DIY Turun Tangan: Surati Pengadilan Tinggi
Syawalan dan Kopdar GRS: Silaturahmi Kuatkan Komitmen Pengabdian Masyarakat
347 Takjil Dibagikan, Royal Darmo Malioboro Hotel Hadirkan Ramadan Penuh Keberkahan
Transformasi Digital Bandung: Mengubah Keterampilan Online Menjadi Peluang Global
Surabaya: Mengubah Potensi Digital Jadi Peluang Karir Nyata Warga
Revolusi Digital Jakarta: Strategi Menaklukkan Karir Remote Global 2024
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda