Hugo Lloris, Karir Panjang Si Kapten Spurs di Bawah Mistar

BERNAS. ID – The Lilywhites akhirnya menambah masa bakti kiper veteran sekaligus kapten tim mereka asal Prancis, Hugo Lloris.
Perpanjangan kontrak tersebut berdurasi dua tahun, yang membuatnya tetap di klub hingga 2024.
Sebelumnya, kontrak penjaga gawang internasional Prancis itu akan berakhir pada Januari musim panas ini.
Jika kontraknya tidak diperpanjang, sang pemain sejatinya bebas melakukan negosiasi dengan klub lain alias free transfer.
Pemenang Piala Dunia 2018 bersama Prancis itu telah cukup lama menjadi pemain kunci di mistar gawang Spurs sejak kedatangan dari Olympique Liyon pada 2012 lalu.
Hugo Hadrien Dominique Lloris atau yang lebih akrab dipanggil Hugo Lloris, lahir pada 26 Desember 1986 di Nice, Prancis.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Lloris lahir dari keluarga yang cukup tajir.
Ibunya, Marie Lloris bekerja sebagai seorang pengacara.
Sementara sang ayah, Luc Lloris merupakan seorang bankir.
Diketahui, penamaan Hugo sendiri diambil dari seorang penulis terkenal Victor Hugo.
Kedua orang tuanya diketahui sangat mengidolakan sosok tersebut.
Baca juga: Biodata Davinson Sanchez, Bek Andalan Spurs Berkebangsaan Kolombia
Tentang Hugo Lloris
Nama Lengkap: Hugo Hadrien Dominique Lloris
Tempat Lahir : Nice, Prancis
Tanggal Lahir : 26 Desember 1986
Kebangsaan : Prancis
Agama : Kristen
Klub Saat Ini: Tottenham Hotspur
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 1 kiper
Tinggi Badan : 188 cm
Kekuatan Kaki Dominan: Kaki Kiri
Instagram: @captainlloris
Baca juga: Ben Davies, Cerita Panjang Bek Lawas Tottenham yang Diromorkan Bakal Hengkang ke Napoli
Awal Karir Sepak Bola Hugo Lloris
Lloris memulai karir sepak bola di CEDAC (Centre de Diffusion et d’Action Culturelle).
Tempat tersebut menawarkan berbagai kegiatan, termasuk sepak bola.
Di awal karirnya, Lloris sempat mencoba memainkan di pelbagai posisi.
Mulai dari gelandang tengah, gelandang serang, sebelum akhirnya mantap menjadi kiper.
Semenjak bermain di bawah mistar, Lloris terlihat unggul dalam posisi itu dan penampilannya kerap mengesankan pelatih.
Pada musim kompetisi 1997/ 98, Lloris menarik minat klub Prancis, OGC Nice.
Saat itu, ia juga mendapat rekomendasi dari mentornya, Dominique Baratelli untuk bermain di klub tersebut.
Ia menghabiskan beberapa tahun di akademi muda klub dan menjadi penjaga gawang untuk tim U-17.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Setelah terbilang moncer di tim muda Nice, Lloris lalu bermain untuk tim B bergantian dengan penjaga gawang, Hilaire Munoz kala itu.
Di awal kedatangannya di tim B tersebut, Lloris sukses memainkan sebanyak 12 laga yang berlanjut ia dipromosikan ke tim utama.
Baca juga: Jadi Fans Berat Arsenal, Ini Momen Lawak Sesi Pengenalan Matt Doherty di Tottenham
Debut Hugo Lloris di Skuad Utama OGC Nice
Lloris kala itu memulai debut di usia 18 tahun dalam laga melawan Chateauroux musim 2005/06.
Ia ditunjuk oleh manajer Frederic Antonetti sebagai penjaga gawang di laga tersebut.
Berkat penampilan apiknya di mistar gawang, Nice menang dengan skor 2-0.
Karena dianggap memiliki potensi besar, Lloris lalu berhasil membuatnya tampil reguler di tim utama.
Saat menjadi bagian dari tim utama Nice, Lloris hanya melewatkan satu pertandingan saja.
Ia mencatat 13 clean sheet dan membawa Nice bercokol di posisi ke 16.
Lloris tercatat kebobolan sebanyak 36 gol.
Lloris berhasil membawa Nice bertengger diposisi ke 8 kalsemen Ligue 1 Prancis.
Adapun dari 30 penampilan, ia hanya kebobolan sebanyak 24 kali, dan catatkan 13 clean sheet.
Setelah jalani masa-masa indah bersama Nice, Lloris akhirnya bergabung dengan Lyon.
Selain Lyon, sebenarnya AC Milan juga terkesan dengan bakat Lloris.
Klub asal Italia tersebut ingin mendatangkannya ke kota Mode, memproyeksikannya sebagai pengganti Dida yang mulai mengalami penurunan performa karena faktor usia.
Namun pada akhirnya, Lyon lah yang mendapat tanda tangannya.
Dengan biaya senilai 8 juta euro, Lloris akhirnya mendapat nomor punggung 1 di Lyon.
Lloris membukukan debut bersama Lyon dilaga melawan Toulouse.
Lyon menang dengan skor 3-0 dan memberikan clean sheet pertama bagi Lloris.
Baca juga: Eric Dier, Bek Veteran yang Sempat Bermain Sebagai Gelandang
Konsistensi Hugo Lloris di Skuad Lyon
Pada musim 2009/ 10 , Lloris tetap menjadi penjaga gawang utama dan membuka musim tersebut dengan mencatat empat clean sheet dalam delapan pertandingan.
Untuk penampilannya di bulan September, ia dianugerahi penghargaan Player of The Month dari UNFP.
Lloris pun tercatat sebagai kiper pertama sejak Steve Mandanda yang meraih penghargaan tersebut pada Agustus 2008.
Di musim tersebut, Lloris tampil begitu konsisten.
Penampilannya di kompetisi Liga Champions Eropa pun patut mendapat acungan jempol.
Yang paling diingat, adalah saat ia tampil begitu luar biasa di laga kontra Liverpool.
Lloris beberapa kali mementahkan serangan The Reds yang saat itu diisi oleh pemain-pemain seperti Fernando Torres, Dirk Kuyt dan Andriy Voronin.
Di musim 2010/11, Lloris memainkan tahun terakhirnya bersama Lyon.
Ia merasa frustasi setelah gagal persembahkan gelar liga untuk tim tersebut.
Akhirnya, pada musim 2012/ 13, ia digaet Tottenham Hotspur dengan nilai sebesar 10 juta euro.
Baca juga: Tampil Menggila Sejak Diboyong dari AS Roma, Ini Rekor Moh Salah di Liverpool
Lloris Telah Catatan 137 Clean Sheet Di Tottenham
Selama bertahun tahun bermain untuk Tottenham, permainan Lloris semakin meningkat.
Hingga tepat pada tahun 2015 lalu Lloris dipastikan mengemban kapten pertama Spurs, sedangkan kala itu Jan Vertonghen dan Harry Kane menjadi wakil kapten.
Ia mendapat kepercayaan penuh dari manajer kala itu, Mauricio Pochettino yang menganggapnya sebagai pemimpin sejati.
Kiprah kiper bertinggi 188 cm itu terus konsisten menunjukkan trafik menanjak di skuad The Lilywhites.
Meski pelatih dan kiper silih berganti datang dan pergi, keberadan Hugo Lloris tetap menjadi pilihan utama di posisi penjaga gawang The Lilywhites, bahkan sampai saat ini.
Tercatat Hugo Lloris telah membukukan 408 penampilan dengan catatan 137 clean sheet di semua kompetisi bersama Spurs.
Dengan penambahan kontrak baru dua musim, potensi dan kualitasnya masih sangat dibutuhkan klub berjuluk The Lillywhite tersebut untuk bisa meraih trofi prestisius di bawah arahan Antonio Conte musim ini.
Baca juga: Kembali Berlaga di Premier League, Inilah Catatan Karir Apik Sang Mesin Gol Cristiano Ronaldo
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Dan Ariely & Predictably Irrational: Mengubah Bias Konsumen Menjadi Cuan
Data Scientist: Profesi Paling Dicari dengan Gaji Tembus Rp 45 Juta/Bulan
Michael Porter & Competitive Advantage: Menggali Parit Pertahanan Bisnis
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di olahraga
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda