Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

Gubernur Pramono Tekankan Budaya Kerja dan Transparansi Jelang IPO Bank Jakarta

Oleh: Redaksi Bernas•22 Januari 2026
Gubernur Pramono Tekankan Budaya Kerja dan Transparansi Jelang IPO Bank Jakarta
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA, BERNAS.ID Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya membangun budaya kerja (corporate culture) sebagai fondasi utama Bank Jakarta menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO)...."

🗓️ Dipublikasikan pada 22 Januari 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya membangun budaya kerja (corporate culture) sebagai fondasi utama Bank Jakarta menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO). Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).

Menurut Pramono, corporate culture harus dibentuk sejak sekarang dan menjadi bagian melekat dalam seluruh aktivitas Bank Jakarta. Ia menilai budaya kerja yang kuat akan menentukan arah dan kualitas kinerja bank saat menjadi perusahaan terbuka.

“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan sudah menjadi bagian inheren dari perusahaan,” ujar Pramono.

Selain itu, Pramono menekankan pentingnya teamwork yang efektif dan pola kerja cerdas.

Ia mendorong jajaran Bank Jakarta mengedepankan work smart ketimbang sekadar work hard, mengingat dunia perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kehati-hatian.

Baca Juga : Kartu Debit Bank Jakarta Bisa Dipakai di 200 Negara, Permudah Transaksi Global

“Karena ini dunia perbankan, enggak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” katanya.

Pramono juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengambilan keputusan. Ia menilai budaya kerja yang disiplin dan terbuka akan menutup ruang sengketa, intrik, dan kepentingan pribadi.

“Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.

Ia meminta Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme melalui efisiensi dan pemangkasan birokrasi. Menurutnya, birokrasi yang berbelit tidak boleh tumbuh di entitas bisnis karena akan menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.

“Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan,” jelasnya.

Pramono menegaskan kepercayaan publik (trust) menjadi kunci utama dunia usaha.

Ia berharap Bank Jakarta tidak hanya bergantung pada Pemprov Jakarta sebagai nasabah utama, tetapi mampu membangun basis nasabah yang lebih luas.

“Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik,” tuturnya.

Baca Juga : Gubernur Pramono Harapkan Bank Jakarta IPO di 2027

Ia berharap nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi bagian dari budaya kerja Bank Jakarta. Pramono optimistis, dengan fondasi tersebut, Bank Jakarta bisa melantai di bursa pada tahun depan.

“Saya yakin mudah-mudahan di tahun depan Bank Jakarta sudah IPO, dipercaya publik, dan teamwork-nya semakin solid,” katanya.

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan manajemen siap menindaklanjuti penguatan corporate culture dan persiapan IPO.

Agus mengatakan Bank Jakarta menyiapkan tiga inisiatif strategis sepanjang 2026 untuk memperkuat fundamental dan meningkatkan kepercayaan investor.

“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” ujar Agus.

Inisiatif pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal, termasuk dua data center modern, perbaikan aplikasi inti, dan penguatan keamanan siber. Proyek ini ditargetkan rampung pada September 2026.

Inisiatif kedua adalah pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang lebih aman, cepat, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan masyarakat Jakarta.

Aplikasi ini ditargetkan meluncur pada 2026 setelah memenuhi seluruh perizinan regulator.

Inisiatif ketiga adalah penguatan portofolio produk, termasuk peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta sebagai sumber pendapatan baru.

“Kami juga tengah mempersiapkan produk Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi revenue pool baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah,” tutup Agus. (DID)

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Gubernur Pramono Tekankan Budaya Kerja dan Transparansi Jelang IPO Bank Jakarta?

JAKARTA, BERNAS.ID Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya membangun budaya kerja (corporate culture) sebagai fondasi utama Bank Jakarta menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO)....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Gubernur Pramono Tekankan Budaya Kerja dan Transparansi Jelang IPO Bank Jakarta”

R
Redaksi Bernas
Click to Share

Populer di daerah

Semantic Authority Linker

Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem