Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Dengan Semangat Nasionalisme JogjaKita Dibangun

Oleh: Redaksi Bernas•13 Juni 2025
Dengan Semangat Nasionalisme JogjaKita Dibangun
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID Bermodal pengalaman di bidang bisnis digital sejak tahun 2009, membuat Ibnu Sunanto sebagai Founder dan Komisaris Utama JogjaKita pada t..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Juni 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Bermodal pengalaman di bidang bisnis digital sejak tahun 2009, membuat Ibnu Sunanto sebagai Founder dan Komisaris Utama JogjaKita pada tahun 2021 mencoba membangun aplikasi yang menyediakan jasa ojek online, pesan makanan online, pengantaran barang, dan layanan pembayaran dalam satu aplikasi.

“Dengan on demand services semua dapat diwujudkan dengan layanan ojek online, pesa makanan online, belanja, layanan pembayaran mulai dari QRIS, SpeedCash, Credit Card, bayar tunai dan banyak layanan pembayaran lainnya,” ujar Ibnu didampingi Gembong Prakoso selaku Co-Founder dan Komisaris JogjaKita, Jumat (13/6/2025).

Semua itu, lanjut Ibnu berdasarkan pengalaman yang dijalankannya melalui PT Bimasakti Multi Sinergi yang merupakan perusahaan ekosistem digital, bergerak di industri financial technology atau Fintech sebagai holding company dari JogjaKita.

Baca Juga : Menteri UMKM Dukung Jogjakita, Aplikator Ojek Online di Jogja

“Konsep ekosistem digital adalah perpindahan data, uang, dan barang, serta perpindahan manusia, kesemua itu sudah dilakukan oleh PT Bimasakti kecuali perpindahan manusia, nah di JogjaKita kita uji cobakan hal itu (perpindahan manusia),” katanya.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, diakui putra asli Imogiri Bantul ini, sistem aplikasi JogjaKita tanpa potongan biaya aplikasi kepada pelaku bisnis yang bermitra dengan JogjaKita.

“Aplikasi JogjaKita tidak membebankan biaya apapun ke pelaku bisnis atau merchand kami,” terang Ibnu.

Sedangkan untuk bagi hasil dengan mitra atau driver ojek online, aplikasi JogjaKita hanya memotong 6 persen, dan sisa 94 persen murni milik mitra atau pengemudi ojek online.

Dengan memiliki sedikitnya 1.200 driver saat ini, JogjaKita tetap optimis menatap masa depan, sehingga para founder disana masih bisa bertahan hingga hari ini.

Ibnu mengungkapkan, Aplikasi JogjaKita dijalankan tanpa melibatkan kepemilikan dari pihak asing, murni seratus persen kepemilikannya.

“Kami murni organik tanpa kepemilikan dari pihak asing,” imbuhnya.

JogjaKita mengedepankan prinsip nasionalisme, ideologi ekonomi dan budaya, terbukti dari warna merah putih di jaketnya serta gambar kepala mengenakan blangkon.

Sebagai perusahaan ekosistem digital yang bergerak di industri Fintech, serta memiliki layanan utamanya pada pembayaran elektronik membuat aplikasi JogjaKita berpengalaman dibidangnya.

“Berbagai layanan produk dan aplikasi yang dikembangkan anak perusahaan yang tergabung dalam Bimasakti Group memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat, sebagai komitmen kami memberikan kontribusi besar dalam mengubah wajah Indonesia di bidang pembayaran elektronik,” paparnya.

Terlebih beberapa waktu lalu, Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman memberi dukungannya kepada aplikasi JogjaKita, yang merupakan aplikator ojek online lokal kebanggaan warga Yogyakarta.

Baca Juga : 7 Cara Meningkatkan Review Positif di Google dan OTA (Online Travel Agent)

“Saya baru tahu ternyata ada aplikator lokal Yogyakarta. Ini bentuk konkret kearifan lokal yang patut kita dukung,” kata Maman beberapa waktu lalu.

Bahkan, dia sempat berseloroh bahwa dirinya siap menjadi marketing JogjaKita dan membantu mempromosikan aplikasi tersebut.

“Kalau perlu kita semua jadi tim marketing JogjaKita,” kata Maman. (cdr)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram