Sigi, Bernas.id– Perum Bulog Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan pangan kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi yang saat ini berada dalam masa tanggap darurat selama 14 hari.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan bantuan yang disalurkan berupa 80 karung beras ukuran 5 kilogram, minyak goreng, dan gula. Bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian karyawan Bulog Sulawesi Tengah untuk membantu meringankan beban korban gempa.
Selain bantuan karyawan, Bulog juga siap menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) setelah pemerintah daerah mengajukan permohonan resmi berdasarkan status tanggap darurat yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari pascagempa. Penanganan bencana kini dilakukan secara terpadu melalui Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait.
Berdasarkan data sementara, gempa berdampak terhadap 5.300 jiwa atau sekitar 1.300 kepala keluarga.
Selain itu, sebanyak 1.300 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, dan berat. Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan warga secara akurat.
Kebutuhan mendesak masyarakat saat ini meliputi bahan pangan, air bersih, tenda pengungsian, dan selimut. Distribusi bantuan mulai dilakukan berdasarkan standar operasional prosedur BNPB untuk menjamin kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa darurat.
Dalam upaya percepatan penanganan, TNI mengerahkan 250 personel ke Kecamatan Nokilalaki yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
Personel tersebut diterjunkan untuk membantu pembersihan puing bangunan, membuka akses warga, serta mendukung penanganan darurat di lapangan.
Komandan Kodim 1306/Kota Palu Kolonel Infanteri Yudhi Hendro Prasetyo mengatakan personel TNI saat ini bekerja secara manual membersihkan rumah-rumah warga yang roboh maupun rusak akibat gempa. Jumlah personel akan ditambah atau digeser ke wilayah lain sesuai kebutuhan dan hasil evaluasi Satgas.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah lanjutan dengan mengajukan tambahan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan BNPB guna memperkuat penanganan selama masa tanggap darurat berlangsung.

