BOGOR, BERNAS.ID – Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Komitmen tersebut menjadi salah satu poin utama dalam Rapat Kerja I Bamus Suku Betawi 1982 yang berlangsung pada 13–15 Juni 2025 di Green Forest Hotel, Bogor.
Rapat kerja digelar sehari setelah pelantikan pengurus periode 2025–2030 dan dihadiri para tokoh serta pengurus inti. Wakil Ketua Umum Bamus, H.
Saiful Ramat Dasuki, yang juga mantan Wakil Menteri Agama RI, secara resmi menutup kegiatan tersebut.
Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, H. Zainuddin atau Haji Oding, menegaskan bahwa Bamus siap bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada budaya lokal.
Baca Juga : Soroti Pengamen Ondel-Ondel, Bamus Betawi: Rusak Citra Sebagai Simbol Budaya Betawi
“Kami mendukung penuh langkah Gubernur Pramono Anung. Warga Betawi sebagai bagian dari masyarakat inti Jakarta harus ikut ambil bagian dalam proses pembangunan kota,” ujarnya.
Bamus juga menyoroti pentingnya penguatan budaya Betawi sebagai identitas utama kota Jakarta.
Menurut Haji Oding, budaya Betawi harus mendapat tempat yang terhormat dan tidak hanya menjadi simbol pelengkap dalam tata kota.
Selain itu, Bamus turut mendorong penguatan lembaga adat melalui Majelis Kaum Betawi (MKB), yang sebelumnya telah disepakati sebagai satu-satunya lembaga adat Betawi dalam Kongres Kaum Betawi tahun 2022. Bamus berharap keberadaan MKB bisa dilembagakan secara resmi melalui Peraturan Daerah.
Baca Juga : Gubernur Pramono Dorong Budaya Betawi Jadi Identitas Utama Jakarta
Wakil Ketua Umum H. Saiful Ramat Dasuki menambahkan, penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal, termasuk dengan melibatkan lebih banyak tokoh Betawi yang belum tergabung dalam kepengurusan.
“Kami juga mengusulkan agar tokoh-tokoh Betawi dilibatkan dalam Badan Aglomerasi Jakarta dan mendorong agar posisi Sekretaris Daerah (Sekda) diisi oleh putra Betawi yang mumpuni,” katanya.
Dalam rapat kerja tersebut, Bamus merumuskan sejumlah program strategis ke depan, di antaranya pembangunan sekretariat permanen, pendirian asrama mahasiswa, pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), produksi film dokumenter budaya Betawi, hingga pengembangan Kampung Betawi di berbagai wilayah Jakarta.
Bamus berharap hasil rapat kerja ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran masyarakat Betawi di tengah dinamika baru Jakarta sebagai Daerah Khusus, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. (DID)

