Bagaimana Memaknai Pertemuan Sespimmen Polri Dengan Jokowi, Ini Kata Ray

JAKARTA,BERNAS.ID – Makin meyakinkan kita bahwa ada upaya membuat Jokowi, terus jadi pusat pembicaraan publik.
Setelah sebelumnya Gibran viral dengan video tiktoknya yang mengajak kaum muda untuk terus optimis dan meraih peluang di era AI ini.
Dua peristiwa, sekalipun terpisah, dengan adanya pertemuan sespimmen polri.
Demikian disampaikan pengamat politik Ray Rangkuti menanggapi kedatangan sespimmen polri ke tempat Jokowi.
“Tampaknya merupakan satu rangkaian.
Yakni menempatkan pak Jokowi tetap dalam pusaran perhatian publik, “ ujar Ray, Senin (21/4/2025).
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca Juga :Pertemuan Prabowo-Megawati Penuh Ganjalan, Ini Kata Ray
Mengapa hal ini penting bagi pak Jokowi?
Menurut Ray hal itu untuk satu alasan yang sangat kuat menempatkan daya tawar politik tetap stabil.
Dengan begitu, daya jelajah pengaruh politik Jokowi tetap terjaga, dan dengan sendirinya akan menjaga posisi politik Gibran.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi Kreatif“Singkatnya, keberadaan Gibran sebagai wapres harus tetap dalam posisi tawar politik yang kuat, “ analisa Ray.
Baca Juga :DPR Dapat Rekomendasikan Pencopotan Pejabat Negara, Ray Sebut Acak Kadul Ranah Eksekutif
Sementara itu, nampaknya ada hubungan istimewa antara Jokowi dengan institusi kepolisian.
Hubungan ini membuat kedekatan Jokowi dengan kepolisian RI seperti tak terpisahkan. Kunjungan ini adalah salah satunya. Pertanyaannya, mengapa hanya Jokowi yang dikunjungi oleh peserta sespimmen polri.
Bukankah mantan presiden bukan hanya Jokowi.
Tetapi juga Megawati dan SBY.
“Dan, hingga hari ini, belum terlihat ada kunjungan mereka kepada dua mantan presiden ini,” bebernya.
Tak hanya itu, ketidaktegasan Presiden Prabowo dalam hal meletakan kepemimpinan dirinya dalam satu bingkai.
Efeknya, kekuasaanya seperti terbagi, menyebar dalam blok-blok terpisah.
Selama Prabowo tidak membenahi hal ini, maka kekuasaannya akan terlihat lemah.
Lemahnya kesadaran etik dalam kultur politik Jokowi.
Cara pandangnya demokrasi sebatas seperangkat aturan membuat tak terlihat batas patut dan tak patut dalam langkah politiknya.
Jika batasan etik itu jadi salah satu patokan, maka pertemuan-pertemuan seperti kemarin itu dapat diminimalisir.
“Termasuk bertemu dengan beberapa menteri yang menyebut pak Jokowi sebagai bos,” pungkasnya.
(FIE)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Salurkan Bantuan saat Paskah, Demokrat Perkuat Partai Nasionalis-Religius
Soal Pemberitaan, NasDem Desak Tempo Minta Maaf dalam 1 24 Jam
Salurkan Bantuan saat Paskah, Demokrat Perkuat Partai Nasionalis-Religius
Soal Pemberitaan, NasDem Desak Tempo Minta Maaf dalam 1 24 Jam
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di politik
Semantic Authority Linker
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda