Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Awal Tahun 2021 Indonesia Disambut Bencana Alam yang Datang Silih Berganti

Oleh: Redaksi Bernas•19 Januari 2021
Awal Tahun 2021 Indonesia Disambut Bencana Alam yang Datang Silih Berganti
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Baru saja memasuki awal tahun 2021 kita sudah disambut dengan sederet bencana baik alam maupun non alam Dalam bulan Januari ini saja sudah banyak..."

🗓️ Dipublikasikan pada 19 Januari 2021.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lingkungan terbaru →

Bernas.id ? Baru saja memasuki awal tahun 2021 kita sudah disambut dengan sederet bencana baik alam maupun non-alam. Dalam bulan Januari ini saja sudah banyak bencana terjadi, yang memakan korban jiwa, dan membuat para warga mengungsi ke tempat yang aman.

Berikut hasil rangkuman bencana alam yang terjadi selama bulan Januari 2021:

1. Longsor di Sumedang Jawa barat

Tepatnya, bencana tanah longsor di Sumedang terjadi pada tanggal 9 Januari 2021 di Desa Cihanjuang, Kabupaten Cimanggung.

Tanah longsor terjadi dua kali yaitu pukul 16.00 WIB dan 19.00 WIB. Menurut data sementara, 1.020 orang mengungsi akibat bencana tersebut. Sejauh ini, 36 kematian telah ditemukan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menginformasikan bahwa pencarian korban longsor terhalang cuaca hujan.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan agar waspada terhadap bencana longsor lebih lanjut.

Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan masih terdapat retakan di beberapa lokasi longsor.

2.

Banjir di Kalimantan Selatan

Dari tanggal 12 januari hingga 14 Januari 2021, hujan deras disertai petir dan angin kencang menyebabkan banjir. Hal tersebut juga menyebabkan banyak pemukiman warga tergenang di wilayah kalimantan Selatan. Salah satu daerah yang paling parah terkena dampak banjir adalah Kabupaten Balangan di utara, Kalimantan Selatan.

Di Balangan, 3.571 rumah terendam banjir. Banjir di Balangan disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi yang menyebabkan banjir di sungai Balangan dan Pitab.

3. Gempa di Sulawesi Barat

Gempa di Sulawesi Barat terjadi pada Kamis (14/1/2021).

Gempa berkekuatan 5.9 skala richter terjadi di Mazhen, Sulawesi Barat (Sulbar).

Kemudian terjadilah gempa kedua yang juga terjadi di Majinai pada Jumat (15/1/2021) pagi, dengan magnitudo 6,2.

hingga Minggu (17/1/2021) pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa Mamuju-Majene sebanyak 81 orang.

Saat ini, BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan dan instansi lainnya selama proses evakuasi masyarakat.

4.

Banjir dan Longsor di Manado, Sulawesi Selatan

Banjir dan longsor terjadi pada Sabtu (16/1/2021) pukul 15.09 di Kota Manado (WITA), Sulawesi Utara. Bencana yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan struktur tanah yang tidak stabil membuat 500 orang mengungsi dan menewaskan 5 orang. Ketinggian air yang menggenangi kawasan tersebut mencapai 50 hingga 300 cm.

Informasi dari Pusat Pengendalian Operasi BNPB bahwa, kerugian material akibat bencana tersebut adalah dua rumah rusak parah dan sepuluh rumah rusak sedang.

Banjir dan longsor di Manado juga menewaskan enam korban jiwa. Keenam korban tersebut adalah St.

Hassan (30 Tahun), Meyni Pondaag (62 Tahun), Fany Poluan (50 Tahun), Arni Lorens ( 43 Tahun), Chelsea (7 Tahun) dan polisi Aiptu Kifni Kawulur (49 Tahun).

Serta, 500 orang lainnya mengungsi akibat banjir dan longsor di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

5. Erupsi Gunung Sinabung dan Semeru

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur mengeluarkan awan panas longsor sepanjang 4,5 kilometer pada pukul 17.24 pada Sabtu (16/1/2021).

Masyarakat yang tinggal di Desa Sumber Mujur dan Curah Koboan serta sekitarnya harus tetap waspada dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin ditimbulkan.

Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) harus waspada menghadapi intensitas curah hujan yang tinggi, karena dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Erupsi Gunung Sinabung menyemburkan debu setinggi sekitar 500 meter.

Saat ini, Gunung Sinabong berstatus level III (peringatan) melihat hal ini warga dan petani di himbau Jangan melakukan aktivitas di desa relokasi dan lokasi dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabong. (mwe)

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Awal Tahun 2021 Indonesia Disambut Bencana Alam yang Datang Silih Berganti”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.