YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta mengawali lelang untuk paket pekerjaan pada tahun anggaran 2021 dengan belanja jasa. Anggaran yang dialokasikan untuk puluhan paket pekerjaan jasa tersebut bervariasi antara Rp200 juta hingga Rp2,2 miliar.
?Untuk lelang pekerjaan jasa yang harus sudah melakukan tanda tangan kontrak di awal 2021, prosesnya sudah kami mulai sejak Oktober 2020,? ungkap Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemerintah Kota Yogyakarta, Sukadarisman, Selasa (15/12/2020).
Menurutnya, sudah ada 25 paket pekerjaan belanja jasa yang masuk dalam proses lelang sejak Oktober sehingga sebagian besar sudah masuk dalam tahap pembuktian kualifikasi. Pekerjaan belanja jasa yang sudah masuk proses lelang di antaranya jasa tenaga keamanan dan kebersihan termasuk cleaning service untuk sejumlah instansi perkantoran termasuk di Rumah Sakit Jogja.
Bahkan, beberapa paket pekerjaan jasa tersebut kini sudah masuk dalam tahap penetapan pemenang seperti belanja jasa kebersihan untuk RS Jogja, serta jasa pengangkutan sampah di kawasan Malioboro dan Kraton Jogja.
Sedangkan untuk lelang pekerjaan fisik atau konstruksi untuk tahun anggaran 2021, pihaknya memasang target dapat dilakukan pada triwulan satu.
Sehingga tanda tangan kontrak sudah dapat dilakukan maksimal pada April 2021.
?Dengan demikian, waktu pelaksanaan proyek menjadi lebih leluasa,? katanya.
Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemerintah Kota Yogyakarta menurutnya masih menunggu seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memasukkan paket pekerjaan lelang ke aplikasi Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Ini untuk mengetahui jumlah paket pekerjaan yang harus dilelangkan pada tahun anggaran 2021.
Sementara pada tahun anggaran 2020, seluruh paket pekerjaan lelang yang masuk ke BLP menurutnya dapat diselesaikan dengan baik yaitu memperoleh pemenang atau tidak ada pekerjaan yang gagal lelang.
?Karena ada realokasi dan refocusing anggaran untuk kebutuhan penanganan COVID-19, maka jumlah lelang pekerjaan yang masuk ke BLP hanya sekitar 35 persen dari perencanaan dan seluruhnya selesai dilelangkan,? tandas Sukadarisman. (den)

