MAGETAN, HarianBernas.com – Mengapa orang yang tidak memiliki latar belakang bidang hukum bisa menjadi ketua KPK? Bukankah semua ketua KPK yang menjabat sebelumnya memiliki latar belakang hukum? Lalu bagaimana ia menjalankan tugasnya?
Agus Rahardjo adalah seorang ketua KPK.
Ia terpilih menjadi ketua KPK pada tanggal 17 Desember 2015. Ia menggantikan Abraham Samad yang merupakan ketua KPK yang menjabat sebelumnya.
Ia merupakan ketua KPK pertama yang tidak memiliki latar belakang pengalaman maupun pendidikan di bidang hukum.
Ia lahir pada ahun 1956 di Magetan, Jawa Timur.
Sejak SD hingga SMA ia bersekolah di daerah Magetan, Jawa Timur. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi ITS di jurusan Teknik Sipil. Ia memilih jurusan tersebut Karena pada awalnya ia memiliki cita-cita sebagai seorang kontraktor.
Ia kemudian melanjutan pendidikannya di Cambridge, Amerika Serikat teatnya di Arthur D. Little Management Education Institute. Ia kemudian menetap dan bekerja di Amerika Serikat selama 5 tahun.
Ia aktif menjadi pembicara di lembaga internasional di Paris, Perancis, pada tahun 1995 hingga 1997.
Agus tak ingin berlama-lama tinggal di negeri orang, ia pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ia kemudian menetap di Jakarta dan berprofesi sebagai PNS. Jabatannya di PNS adalah sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Publik (PPKPBJ) di Kantor Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Pada tahun 2008, Agus menjadi sekertaris Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang merupakan lembaga non-kementrian.
Dua tahun kemudian, Agus menjabat sebagai kepala LKPP menggantikan Roestam Syarief. Selain itu, Agus juga pernah menjabat sebagai direktur pendidikan Bappenas.
Sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga kita bila mendengar banyak orang yang memiliki profesi yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Salah satu orangnya adalah Agus Rahardjo.
Jika seseorang mampu dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya mengapa tidak? Bukankah dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda akan membuatnya semakin kaya ilmu?

