Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ternyata Tiga Hal Ini yang Harus Dihindari Jika Tidak Ingin PJJ Daring Diprotes Orang Tua

Oleh: Redaksi Bernas•18 Juli 2020
Ternyata Tiga Hal Ini yang Harus Dihindari Jika Tidak Ingin PJJ Daring Diprotes Orang Tua
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Pembelajaran di tahun ajaran 2020 2021 telah berlangsung selama sepekan dan mulai timbul protes dari para orang tua Bahkan ada satu pesan yang..."

🗓️ Dipublikasikan pada 18 Juli 2020.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id – Pembelajaran di tahun ajaran 2020-2021 telah berlangsung selama sepekan dan mulai timbul protes dari para orang tua. Bahkan, ada satu pesan yang beredar di grup Whatsapp mengatasnamakan orang tua, yang meminta pembelajaran jarak jauh secara daring dihentikan. Dalam pesan tersebut seolah orangtua menyalahkan sekolah yang tidak membuka kegiatan untuk anak-anak belajar karena terlalu takut dengan penularan Covid-19. 

Salah seorang kepala sekolah di sebuah sekolah swasta tingkat menengah menyatakan bahwa keluhan orang tua tersebut terpusat pada kuota yang cepat habis.

Sekolah diprotes karena menyelenggarakan konferensi video dari jam 7.30 hingga jam 12.00 siang.

Agar protes ini tidak berkelanjutan, ada baiknya sekolah maupun guru merefleksi metode mengajarnya selama pembelajaran daring ini dan menghindari hal-hal berikut.

Hindari memindahkan kegiatan berceramah ke konferensi video

Sebagai guru seharusnya paham bahwa murid-murid zaman sekarang memiliki rentang konsentrasi yang pendek. Saat guru cenderung berceramah dan berbicara panjang tanpa ada interaksi dua arah, pasti murid akan bosan.

Tak jarang mereka terlihat ada di ruang konferensi tetapi menutup video dan suaranya.

Guru harus lebih kreatif dalam memberikan kegiatan yang interaktif dan meminta komunikasi dua arah.

Kegiatan tatap muka lewat perantara platform digital lebih baik diisi dengan diskusi dan refleksi, sehingga murid mau tidak mau akan aktif.

Hindari menyampaikan topik yang tidak relevan dengan kehidupan nyata

Biasanya, guru cenderung untuk hanya menjelaskan konsep atau teori tanpa memberikan persepsi bagaimana aplikasinya di dunia nyata.

Guru tidak menggali keingintahuan murid mengapa sebuah konsep harus dipelajari dan apa yang akan terjadi jika kita tidak bisa menguasai konsep tersebut.

Guru bisa memberikan video-video yang bukan hanya sekedar menjelaskan cara menjawab soal, tetapi video yang menjelaskan mengapa konsep dibutuhkan di dunia nyata.

Hindari hanya memberikan tugas tanpa instruksi jelas dan tanpa umpan balik

Seringkali guru hanya memberikan catatan dan tugas mengerjakan soal latihan tanpa instruksi yang jelas. Bahkan, guru tidak memberikan penjelasan mengapa murid harus melakukan tugas tersebut.

Belum lagi tidak adanya arahan dan umpan balik dari guru yang membuat murid kehilangan tujuan belajarnya. Akhirnya, murid pun tidak memiliki motivasi untuk belajar, dan memilih untuk tidak mengerjakan tugas.

 

Pembelajaran jarak jauh dengan daring ini membutuhkan perubahan perilaku dan metode mengajar dari para pendidik. Bukan hanya sekadar memindahkan kebiasaan di kelas ke ruang virtual.

Hal ini pula yang dilakukan oleh Universitas Mahakarya Asia yang mengembangkan perkuliahan virtual yang tetap membuat mahasiswa bersemangat belajar. 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram