Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Akademisi Dorong Pengelolaan Lahan Gambut Tanpa Dibakar Dulu

Oleh: Redaksi Bernas•14 Juli 2020
Akademisi Dorong Pengelolaan Lahan Gambut Tanpa Dibakar Dulu
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"SLEMAN BERNAS ID Lahan gambut merupakan suatu ekosistem yang memiliki kekayaan vegetasi dan penyimpan karbon sebesar 3 5 yang terdapat di bumi Luas lahan rawa..."

🗓️ Dipublikasikan pada 14 Juli 2020.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lingkungan terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID- Lahan gambut merupakan suatu ekosistem yang memiliki kekayaan vegetasi dan penyimpan karbon sebesar 3,5% yang terdapat di bumi. Luas lahan rawa gambut di Indonesia sekitar 20,6 juta hektar yang terdapat di empat pulau besar, yaitu Sumatera 35%, Kalimantan 32%, Sulawesi 3% dan Papua 30%.

Namun, saat ini kondisi lahan gambut di Indonesia mengalami penurunan yang sangat cepat. Selama kurun waktu 10 tahun, jumlah total lahan gambut indonesia berkurang sebesar 2,2 juta hektar.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr Budiadi mengatakan salah satu penyebab kerusakan lahan gambut tersebut dengan dipicu adanya kebakaran lahan dan berdampak pada kerugian lingkungan  dan ekonomi yang besar.

Bahkan juga berdampak pada hilangnya biodiversitas ekosistem gambut dan meningkatnya emisi gas rumah kaca.

?Pengelolaan lahan gambut tanpa bakar sebagai salah satu opsi untuk mendukung revegetasi dan pertanian di lahan gambut.

Hal ini sebagai upaya untuk menjaga ekosistem gambut sebagai penyangga kehidupan dan pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan,?

jelas Dr Budiadi dalam seminar nasional “Daring yang bertajuk Pengelolaan Lahan tanpa Bakar dalam Mendukung Optimasi Revegetasi dan Pertanian Lahan Gambut”, Selasa (24/7).

Untuk mendorong pengelolaan lahan gambut tanpa bakar ini, menurut Dr Budi diperlukan sosialisasi pengelolaan lahan gambut yang ramah lingkungan dan produktif agar masyarakat luas dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian lahan gambut untuk kesehatan lingkungan di masa mendatang. ?Perlu dibangun partisipasi masyarakat dalam restorasi gambut dan memberikan solusi pemanfaatan gambut yang ramah lingkungan melalui pengembangan pengetahuan dan inovasi lokal,? ujarnya.

Menurut Dr Budi, beberapa petani masih menggunakan praktek pembakaran dalam penyiapan lahannya. Oleh karena itu, perlu meningkatkan edukasi dan kesadaran para petani dalam mengelola lahan gambut secara arif dan ramah lingkungan.

Di samping itu, kegiatan inovatif penyiapan lahan tanpa bakar dan penggunaan pupuk organik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan gambut baik dalam bentuk agroforestry maupun aktivitas budidaya pertanian di lahan gambut.

(jat)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram