Bernas.id – Gagal dari berbagai seleksi penerimaan mahasiswa baru bukan opsi yang dapat dipilih oleh para lulusan SMA.
Demi mewujudkan cita-citanya, mereka akan menjajal peruntungan di setiap pendafatran yang dibuka. Demikian pula dengan Dwi Jaya Reza Cahyadi.
Remaja berusia 19 tahun ini menjajal kemampuannya dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Ia memilih kampus yang ada di kota asalnya, Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Tak hanya SBMPTN, pemuda yang biasa disapa Jaya ini pun mencoba mendaftar ke salah satu politeknik keuangan ternama di pulau jawa, sayangnya pada seleksi pertama ia sudah dinyatakan gugur.
Usahanya untuk mengenyam pendidikan tinggi tak hanya sampai di situ. Masih sekali lagi ia mencoba untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur mandiri.
Segala upaya suda ia lakukan, namun nasib baik memang belum berpihak kepadanya.
Rasa kecewa karena kegagalan ditambah lagi harapan orang tua terhadap dirinya sedikit terobati ketika ia mendapatkan informasi mengenai Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), yang diketahuinya sebagai kampus pencetak pengusaha.
Kampus yang jauh dari kampung halaman, tidak menyurutkan semangatnya untuk mengejar cita-cita.
Alasan lain yang menjadi cambuk bagi Jaya untuk menempuh kuliah hingga ke seberang pulau adalah kondisi keluarga yang hidup sangat sederhana.
kakaknya dulu memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA, dan adik-adiknya masih bersekolah di bangku sekolah menengah.
Rasa kecewanya hilang ketika ia dinyatakan lolos seleksi UNHAMA dan mendapatkan beasiswa penuh selama satu semester pada semester 3 nanti.
Bagi Jaya, UNMAHA membuka peluang baginya mengembangkan keterampilan desain grafis yang pernah membawanya menjadi juara satu pada suatu lomba di kotanya dulu.
Setelah ia menjadi mahasiswa UNMAHA, kesempatan untuk sukses baginya seperti terbentang semakin luas, setelah diterima dan dinyatakan mendapat beasiswa selama satu semester, sekarang ia kembali lolos serangkaian seleksi beasiswa penuh selama delapan semester.
Dengan mendapatkan beasiswa full ini artinya ia tak perlu lagi membayar SPP.
Selama semester 1 kemarin, orang tuanya masih menyokong biaya kosnya kota Yogyakarta, sedangkan memenuhi kebutuhan hidupnya, Jaya bekerja sampingan di sebuah food court di Kota Yogyakarta setiap sore hingga malam hari.
Walaupun ia kuliah sambil bekerja sampingan, Jaya tetap berusaha menyelesaikan tugas-tugas yang ia dapatkan dari kampus.
Tugas-tugas yang ia miliki sering ia kerjakan di sela-sela pekerjaan. Kadang ia harus menyesuaikan jadwal kuliah dengan jadwal kerjanya agar tidak saling berbenturan.
Setelah ia terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa full sekaligus menjadi duta kampus UNMAHA, ia yakin akan dapat lebih meringankan lagi beban orang tuanya.
Kesibukan Jaya bukan hanya kuliah dan bekerja. Kegiatannya sebagai duta kampus pun masih ditambah lagi dengan aktifnya ia di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNMAHA.
Posisinya dalam BEM kampus di divisi Kominfo sangat sesuai dengan keterampilannya mendesain.
Ia sering membuat selebaran kegiatan yang diadakan oleh BEM. Jaya yakin, untuk mencapai kesuksesan setiap orang harus menjadi dirinya sendiri.
Apa yang ia jalani hari ini adalah anak tangga kesuksesan yang sedang ia tapaki satu-persatu.
Keinginannya menjadi pegawai bank memang terhalang dengan kekurangannya dalam ilmu hitung.
Ini tidak membuatnya patah semangat, semua peluang yang sudah terbuka baginya, membuat Jaya yakin untuk memfokuskan mimpinya menajdi pengusaha sukses dimasa depan nanti.
Jangan pernah takut merantau untuk mengubah hidup.
Berhijrah untuk memperbaiki nasib lebih baik daripada terus berada di tempat yang sama dan kalian tidak dapat memperbaiki taraf kehidupan nantinya.
Peluang yang diberikan UNMAHA kepada pada mahasiswa yang menjadi duta kampus membuktikan bahwa, UNMAHA dapat membantu setiap orang menjadi pengusaha yang akan memberikan banyak manfaat pada masyarakat disekelilingnya.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Tak Sia-sia Menyeberangi Pulau demi Cita-cita, Reza Cahyadi Menerima Beasiswa dari Universitas Mahakarya Asia?
Bernas id Gagal dari berbagai seleksi penerimaan mahasiswa baru bukan opsi yang dapat dipilih oleh para lulusan SMA Demi mewujudkan cita citanya mereka akan
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




