BERNAS.ID – Puluhan hotel di Yogyakarta menyalakan beberapa lampu kamar hotel ataupun lampu hiasan hingga membentuk simbol hati atau cinta. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk aksi solidaritas dan kepedulian terhadap situasi yang tak menentu dari para penggiat dunia perhotelan Yogyakarta. Aksi solidaritas ini dinamai “From Jogja With Love”.
Aksi kampanye “From Jogja With Love” ini secara serempak dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 April 2020 mulai pukul 19.00 WIB.
Pantauan Bernas.Id, Minggu (5/4/2020), aksi kampanye ini pun dibarengi dengan tagar #JogjaGuyubSesarengan yang turut ramai di Twitter.
“#JogjaGuyubSesarengan Malam ini berlangsung aksi kampanye ?From Jogja With Love? dari para pelaku pariwisata di Jogja, khususnya para pemilik Hotel yang kena dampak Covid-19 hingga saat ini #JogjaGuyubSesarengan,” tulis Paniradya Kaistimewan di Twitter, Sabtu (4/4/2020) malam.
“Aksi ini membawa misi sebagai simbol empati, semangat kebersamaan, dan harapan agar pariwisata Yogyakarta dapat segera kembali menapaki babak baru yang semakin gemilang. #JogjaGuyubSesarengan,” sambung akun Paniradya Kaistimewan @PaniradyaJogja
Sementara itu, Humas Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Twitter juga menginformasikan bahwa aksi kampanye dengan menyalakan lampu berbentuk hati sebagai kepedulian terhadap kondisi pariwisata Yogyakarta akibat pandemi Covid-19.
“From Jogja With Love adalah sebuah tajuk dari aksi solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi pariwisata Yogyakarta akhir-akhir ini dari para penggiat dunia perhotelan Yogyakarta. #JogjaGuyubSesarengan,” kicau Humas Pemda DIY @humas_jogja
Tidak hanya hotel saja, namun dinyalakannya lampu berbentuk hati itu dilakukan di destinasi wisata Tebing Breksi.
“From Jogja With Love Tebing Breksi malam ini menyalakan tanda cinta sebagai tanda solidaritas bersama pelaku pariwisata di Jogja atas pagebluk corona. #JogjaGuyubSesarengan,” tulis @humas_jogja.
Para General Manager hotel bersatu menginisiasi aksi ini sepakat melanjutkan menyalakan tanda hati dari Yogyakarta hingga periode yang tidak ditentukan sesuai kebijakan masing-masing hotel. (mta)

