Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Demi Mendapat Piala Adipura, Satpol PP Usir Pedagang Tepi Laut

Oleh: Redaksi Bernas•20 Desember 2019
Demi Mendapat Piala Adipura, Satpol PP Usir Pedagang Tepi Laut
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Puluhan pedagang Tepi Laut di Tanjungpinang, Kepulauan Riau diusir Satpol PP menjelang magrib, Jumat (20/12/2019)..."

🗓️ Dipublikasikan pada 20 Desember 2019.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

TANJUNGPINANG, BERNAS.ID ? Puluhan pedagang Tepi Laut di Tanjungpinang, Kepulauan Riau diusir Satpol PP menjelang magrib, Jumat (20/12/2019).

Puluhan pedagang telor, jambu dan minuman yang sudah belasan tahun tersebut tidak dipandang Satpol PP .

Boru salah satu pedagang telor kecewa dengan sikap arogan Satpol PP menjelang magrib memukul-mukul gerobak dan mengusir seenaknya.

“Kami disini sudah bertahun-tahun berjualan hanya untuk mencari nafkah 7 anak yang masih kecil-kecil. Jangan mengusir seenaknya.

Emangnya kami binatang. Belasan tahun jualan di pinggir taman Boenda tepi laut bersih dan sampah pun tidak ada berserakan disini,” ungkapnya dengan kesal.

Aksi Satpol PP yang mengusir tanpa pemberitahuan membuat puluhan pedagang kecewa mereka tidak bisa berjualan.

Senada dikatakan Ivan, berjualan di pinggir taman tepi laut bukan membuat kotor, namun hanya untuk mencari rezeki menyambung hidup anak-anak.

“Satpol PP itu kalau mau nertibkan aturan sesuai Perda jangan diskriminasi. Misal seperti Judi yang terang-terangan, massage esek-esek, Warnat remang-remang, kos bodong dan tempat hiburan yang diduga marak terjadi di tanah Melayu,” tegas pedagang boneka lampu ini.

Sementara itu informasi yang diperoleh pelarangan pedangan telor, jambu dan minuman ringan oleh Satpol PP alasan klasik ada Tim Adipura, padahal pedagang-pedagang tersebut berjualan menjelang maghrib sekitar pukul 17.30 WIB.

Lalu apakah ada yang katanya Tim Adipura menilai malam hari? Harusnya Tim Adipura menilai Sampah di laut Tanjungpinang Provinsi Kepri dan pemukiman kumuh dipelantar-pelantar. 

“Jangan terkesan Piala adipura nanti di dapat diduga dari hasil beli di Kementerian Lingkungan Hidup,” pungkasnya. (adj/wit)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram