Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Golkar: 2 Tahun Kepemimpinan Anies, Jakarta Tambah Macet

Oleh: Redaksi Bernas•15 Oktober 2019
Golkar: 2 Tahun Kepemimpinan Anies, Jakarta Tambah Macet
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Partai Golkar DKI Jakarta menyoroti soal integrasi transportasi umum di dua tahun kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI. Dia menyebut, program mengem..."

🗓️ Dipublikasikan pada 15 Oktober 2019.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita politik terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Partai Golkar DKI Jakarta menyoroti soal integrasi transportasi umum di dua tahun kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI. Dia menyebut, program mengembangkan transportasi sudah tampak, namun menimbulkan kemacetan akibat program pelebaran trotoar.

?Terkait integrasi transportasi, dipertahankan saja programnya dan dimaksimailkan. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan.

Tapi di sisi lain Anies memperkecil jalan dan melebarkan trotoar sehingga bikin kemaceta di beberapa ruas jalan,? kata Ketua Fraksi Golkar di DPRD DKI Basri Baco dalam keterangannya, Selasa (15/10/2019).

Dirinya pun melihatnya jadi aneh. Keinginan mengurangi kemacetan, namun kenyataannya malah menambah macet.

Basri juga menyoroti proyek pembangunan jalur khusus sepeda di Jakarta. Dia menilai program tersebut tidak dikaji dengan matang.

?Terkait trek sepeda, mana hasilny?

Enggak ada juga yang pakai karena kebijakannya asal. Seharusnya dikaji dulu baik-baik. Warga perlu itu atau tidak.

Buang-buang anggaran saja,? ujarnya.

Ia menyarankan, sebaiknya Anies menyelesaikan permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Tanah Abang yang kembali berjualan di trotoar.

?Lihat saja Tanah Abang, kembali kacau lagi. Tidak ada niat tulus dan serius untuk melaksanakan penertiban,? ucap Basri Baco.

Sebagai pengingat, Anies Baswedan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Oktober 2017. Ia bersama Sandiaga Uno terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI setelah mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017. (sbh)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram