Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Festival Keris Digelar di Jogja, Tampilkan Puluhan Koleksi Masterpiece Nusantara

Oleh: Redaksi Bernas•29 Agustus 2019
Festival Keris Digelar di Jogja, Tampilkan Puluhan Koleksi Masterpiece Nusantara
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pameran keris internasional di jogja..."

🗓️ Dipublikasikan pada 29 Agustus 2019.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita budaya terbaru →

YOGYA, BERNAS.ID -Dinas Kebudayaan DIY menggelar Jogja International Heritage Festival atau (JIHF) Keris 2019, mulai 30 Agustus hingga 3 September 2019. Kegiatan ini berlangsung di tiga lokasi yakni di galeri Sasono Ondrowino, Jogja Gallery, dan Museum Sonobudoyo Kota Yogyakarta.

“Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan ini mencoba menghantarkan pemahaman, pengetahuan dan juga sekaligus sejauh mana relevansi nilai-nilai di budaya perkerisan masih dipakai di dalam dunia sekarang,? ujar Basuki Teguh Yuwono selaku perwakilan tim kuratorial dalam pembukaan di Sasono Ondrowino, Jumat (30/8/2019).

Kepala Bidang  Pelestarian dan Pengembangan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi menjelaskan perhelatan ini juga bagian aksi nyata terhadap keputusan Convention for the Safeguarding of the Intangible Culture and Heritage atau Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda tahun 2002 silam, yang melahirkan ratifikasi peraturan presiden nomor 78 Tahun 2007.

Dian menjelaskan sejak 2004 silam, keris telah ditetapkan sebagai masterpiece of the oral intangible cultural heritage and humanity oleh UNESCO.

Dalam penetapan itu UNESCO pun menyebutkan bahwa keris secara prisipil memiliki lima fungsi dalam masyarakat Indonesia yaitu, fungsi, tradisi, sosial, seni, filosofi, dan mistis.

Bahkan, dalam dokumen proposal pengajuan keris ke UNESCO, setidaknya keris dimiliki 15 etnik atau daerah di Indonesia. Daerah yang disebutkan dalam proposal tersebut adalah Jawa, Madura, Bali, Sasak-Lombok, Sumbawa, Palembang, Jambi, Minangkabau, Banjar, Kutai, Bugis dan Toraja.

Oleh karena itu  menurutnya fungsi dan peranan keris secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi peradaban yang terus berkembang.

Upaya-upaya untuk melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan nilai keris penting bagi peradaban bangsa menjadi sangat penting.

Festival Keris di Jogja dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung. Mulai lomba fotografi keris, travel heritage, lomba stand up comedy dan guyon waton. Ada juga pameran keris, bursa keris, seminar keris, konsultasi keris, dan pertunjukan dagelan mataram dengan lakonseputar keris.

?Kami juga akan menggelar sarasehan dan workshop tentang keris  atau pengageman keris serta lomba menggambar keris untuk siswa SMP dan SMA,? ujarnya.

Usai pembukaan di Sasono Ondrowino, acara dilanjutkan Pameran Keris dan Pusaka bertempat di Jogja Gallery Alun-Alun Utara hingga pukul 21.00.

Pameran keris ini berlangsung setiap hari selama festival berlangsung.

Pada waktu yang bersamaan juga digelar Bursa Keris selama festival berlangsung, bertempat di halaman Museum Sonobudoyo Alun-Alun Utara yang dimeriahkan dengan Dagelan Mataram pada jam 19.00 WIB.

Pada Sabtu, 31 Agustus di Jogja Gallery mulai pukul 10.00-13.00 WIB akan digelar Workshop Merawat Keris, yang terbuka untuk publik secara gratis. Di hari yang sama di halaman Museum Sonobudoyo juga digelar lomba stand-up comedyantar siswa SMA se-Kota Yogyakarta dan diakhiri dengan acara guyon waton.

Pada Minggu 1 September di Jogja Gallery selain digelar pameran keris pada pukul 10.00 digelar workshop keris dan pengagem yang terbuka untuk publik secara gratis.

Sedangkan pada 2 September selain bursa keris di halaman Museum Sonobudoyo, pada malam harinya digelar pertunjukan wayang golek oleh Pepadi DIY.

Sebagai acara penutup perhelatan Jogja International Heritage Festival 2019, digelar seminar bertajuk ?Memajukan Per-Keris-an Yogyakarta? pada Senin, 2 September, mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Auditorium Lantai 2 Museum Sonobudoyo Alun-Alun Utara Yogyakarta. (den)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram