SLEMAN, BERNAS.ID- Hari ini, Rabu (16/1), seharusnya menjadi penutupan jalur cepat sisi barat Simpang Kentungan. Namun, penutupan itu harus ditunda karena adanya aliran air yang menggerus tanah saat hujan deras di sisi jalur lambat atau zona 1 kaki sebelah barat yang akan menjadi jalur alternatif.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kretek 2 dan Underpass Kentungan Cs Wilayah DIY Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Muhammad Sidiq Hidayat menceritakan sudah dilakukan inspeksi terkait titik-titik yang perlu penanganan lebih karena ada aliran air saat hujan deras.
“Kita kemarin sudah inspeksi segala macam, sudah kita lakukan perbaikan-perbaikan ternyata masih ada beberapa titik yang perlu penanganan lebih. Seperti kita tahu kemarin, hujan di sini luar biasa, tiga empat hari berturut-turut, di situ ada aliran air yang tidak kelihatan karena ini sudah kita tutup dari seminggu yang lalu,” jelasnya, Rabu 16 Januari 2019.
Sidiq pun akan berupaya memperbaiki aliran air itu dulu dalam satu sampai dua hari nanti dengan memetakannya. “Jalur lambatnya akan kita gunakan untuk sedikit perbaikan supaya nanti pada saat operasional jalur lambat, orang bisa nyaman saat menggunakannya,” ujarnya.
“Jadi rencana mau diarahkan aliran airnya dulu supaya tidak menggerus tanah di bawahnya.
Harapannya nanti hujan lagi, supaya bisa kelihatan aliran airnya ke mana. Kami coba petakan dulu, kalau tidak dipetakan nanti tertunda lagi,”imbuhnnya.
Kendati demikian, Sidiq menargetkan dalam satu hingga dua hari ke depan bisa menyelesaikan pemetaan dan perbaikan saluran air tersebut. “Untuk sementara kendala karena hujan, aliran airnya lumayan deras. Jadi, kami harus perbaiki alirannya dulu, rencana mau kita arahkan aliran airnya supaya nggak gerus tanah di bawahnya,” tuturnya.
“Kami masih optimis 31 Desember pengerjaan underpass selesai, kami akan kerja ekstra, kemarin juga lembur sampai jam 4 pagi,” tandasnya. (jat)

