Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Sri Purnomo, Suksesnya Membayar Pajak Membuat Pembangunan di Sleman Merata

Oleh: Redaksi Bernas•23 Juli 2018
Sri Purnomo, Suksesnya Membayar Pajak Membuat Pembangunan di Sleman Merata
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada wajib pajak PBB Panutan, termasuk di dalamnya 161 wajib pajak selektif. Pemberian penghargaan ini diha..."

🗓️ Dipublikasikan pada 23 Juli 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

Bernas.id ? Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada wajib pajak PBB Panutan, termasuk di dalamnya 161 wajib pajak selektif. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menggugah kesadaran seluruh wajib pajak untuk taat membayar pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) sebelum masa jatuh tempo, Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 24 Juli 2018.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyambut baik kegiatan penghargaan kepada wajib pajak ini. ?Atas nama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman ataupun atas nama pribadi menyambut baik dan memberikan apresiasinya atas diselenggarakan kegiatan panutan pembayaran PPB P2,? katanya.

Kegiatan ini, lanjut Sri Purnomo, merupakan wujud apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sleman kepada wajib pajak PBB Panutan, termasuk di dalamnya 161 wajib pajak selektif yang diharapkan melalui kegiatan ini dapat menggugah kesadaran seluruh wajib pajak untuk taat membayar pajak PBB sebelum masa jatuh tempo.

?Potensi PBB Kabupaten Sleman dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Kami berharap dengan wajib pajak panutan dihadirkan semuanya, akan memberikan motivasi kepada wajib pajak yang lain untuk segera mereka membayar pajak PBBnya sehingga nanti tidak ada terlambat,? ucap Sri Purnomo.

Dikatakan Sri Purnomo, kendala yang ditemui untuk suksesnya PBB di Kabupaten Sleman, yaitu masih adanya data PBB yang kurang valid sehingga inilah yang akan didorong agar data menjadi valid sehingga jelas mereka yang punya kewajiban untuk bisa ditunaikan.

?Kendala-kendala untuk kaitannya data belum bisa valid 100%, ya kita akan validasi data. Dengan validasi data, nanti data kita valid dan nanti sistem  untuk pembayaran juga bisa lancar. Kendalanya, kalau ketika tidak valid, petugas di desa akan mengubungi tidak bisa ketemu.

Yang dilakukan BKAD, otomatis akan validasi data. Di validasi data itu akan dicek satu per satu yang belum valid tadi supaya menjadi valid,? tambahnya.

Disebut Sri Purnomo, suksesnya membayar pajak akan membuat pembangunan di Kabupaten Sleman bisa berjalan dengan lancar. ?Potensi dari masyarakat, potensi itu dikembalikan pada masyarakat dalam rangka membangun Sleman secara merata,? pungkasnya.

Sementara itu, Hardo Kiswaya, Kepala BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten Sleman menyebut penghargaan kepada wajib pajak panutan sejumlah 161 wajib pajak ini bertujuan agar wajib pajak panutan menjadi sumber panutan kepada masyarakat agar segera membayar.

?Karena kebiasaan para wajib pajak, dalam hal ini masyarakat, sering menunggu jatuh tempo. Panutan ini kita ambil, pertama dari PNS karena pelaku tugas pemerintahan yang harusnya bisa menjadi contoh, lalu pelaku-pelaku usaha, kemudian dari tokoh-tokoh masyarakat,? jelasnya.

Untuk PBB tahun 2018, disebut Hardo, ditarget 72 milyar. ?Realisasi sampai sampai saat ini baru mencapai sekitar 30 milyar, Insyaallah optimis karena perilaku masyarakat biasanya membayar, tapi mendekati hari jatuh tempo,? ujarnya.

?Untuk realisasi PBB di tahun 2017 kemarin, memenuhi target dengan realisasi dari target 70 milyar realisasinya 70,9 milyar.

Ini betul-betul suatu kehormatan bagi kami di pemerintahan atas atensi masyarakat yang telah sadar untuk membayar pajak,? imbuh Hardo. (Jat)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram