Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Bermula dari Hobi, Remaja Peduli Lingkungan Luncurkan Buku tentang Sampah Elektronik

Oleh: Redaksi Bernas•9 Juli 2018
Bermula dari Hobi, Remaja Peduli Lingkungan Luncurkan Buku tentang Sampah Elektronik
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Gaya hidup masa kini tidak terlepas dari penggunaan barang elektronik, setiap orang memilliki gawai, berbagai jenis komputer juga berbagai macam peranti elektro..."

🗓️ Dipublikasikan pada 9 Juli 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id – Gaya hidup masa kini tidak terlepas dari penggunaan barang elektronik, setiap orang memilliki gawai, berbagai jenis komputer juga berbagai macam peranti elektronik yang sehari-hari digunakan dan dibawa ke mana pun. Apa yang terjadi ketika barang-barang tersebut rusak dan tidak dapat digunakan lagi, dibuang kemanakah?

Sampah elektronik atau disebut E-waste (Electronic Waste) merupakan peralatan elektronik yang sudah tidak dapat digunakan dan menjadi barang bekas yang harus dibuang dalam keadaan utuh atau tidak. Pertumbuhan jumlah e-waste yang kian meningkat tidak lain disebabkan karena gaya hidup penggunaan barang elektronik berlebihan.

Terdapat 20 sampai 50 juta metrik ton e-waste dibuang tiap tahun di seluruh dunia, seperti dikutip PBB, Electronics Take Back Coalition, tahun 2016.

Penulis buku Sampah Baterai adalah Rafa Jafar, seorang remaja yang sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya. Lahir 15 tahun lalu, remaja yang akrab dipanggil RJ ini seperti anak-anak seusianya awalnya sangat gemar bermain gawai. Ketika gawainya rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi, menjadi pertanyaan baginya kemana benda tersebut harus dibuang.

Keingintahuan tentang kemana larinya barang elektronik yang sudah tak terpakai yang begitu besar membawa RJ menulis buku pertamanya berjudul “Ewaste” (sampah elektronik) saat ia berusia 11 tahun.

Selepas menerbitkan buku, ia pun melakukan aksi yang ia tuliskan sendiri di dalam bukunya sebagai bagian dari solusi, yaitu menggalang sampah elektronik di masyarakat melalui wadah khusus untuk sampah elektronik.

Kini, meluncurkan buku keduanya, RJ memusatkan perhatiannya pada baterai, karena salah satu jenis e-waste terbanyak dari pemakaian sehari-hari adalah baterai, menjadi masalah yang memerlukan perhatian khusus. Kandungan bahan baterai bersifat racun membuatnya tidak dapat dibuang begitu saja seperti sampah rumah tangga. ?Seperti halnya semua jenis sampah elektronik, baterai yang dibuang ke tempat sampah biasa berpotensi meracuni lingkungan sekitar dan bisa berakibat fatal.

Seharusnya baterai ditampung secara khusus untuk diolah dengan tepat?, terang RJ mengenai isi buku terbarunya.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Apa yang diupayakan RJ ternyata mendapat perhatian khusus dari Pemerintah. Tuti Hendrawati, Tenaga Ahli Menteri Bidang Kebijakan pengelolaan Sampah, limbah B3 dan B3 pun salut dan mendukung upaya RJ. ?Saya sangat mengapresiasi atas inisiasi RJ membuat gerakan membuang sampah elektronik, dan membuat buku yang dapat mengedukasi anak-anak lain. Sangat jarang anak muda yang mempunyai kepedulian seperti ini,? ucap Tuty mengomentari buku yang diluncurkan RJ.

?Harapan saya komunitas yang dibentuk RJ dengan nama EwasteRJ menjadi wadah tersendiri bagi anak-anak lain untuk lebih peduli lingkungan dan tau bagaimana memilah limbah,?imbuhnya.

Di tahun ke-3 nya menjalankan kampanye Peduli Sampah Elektronik, RJ yang kini tercatat sebagai siswa SMA Taruna Nusantara kembali menulis buku berjudul Sampah Baterai.

Karena sepanjang mengepul/mengumpulkan sampah elektronik dari masyarakat, tipe terbanyak yang dibuang orang adalah baterai.

?Masih banyak orang tidak tahu bahwa racun didalam baterai itu berdampak kepada lingkungan,? terang remaja penggemar basket ini.

?Saya senang dan bangga RJ bikin buku ini dilengkapi dengan survey pendapat publik tentang limbah baterai dan ide Batt-Man yang memenangkan kompetisi internasional di Korea Selatan. Selain itu berbagai referensi dari berbagai negara juga memperkaya pengetahuan kita tentang e-waste baterai dan penanganannya,? kata Yuyun Ismawati Dwirega, Senior Advisor BaliFokus/Nexus3 Foundation yang juga menjadi pembimbing teknis RJ dalam pembuatan buku Sampah Baterai.

Buku kedua yang ditulis RJ ini menawarkan solusi yang bisa dilakukan oleh semua orang, salah satunya adalah dengan pengadaan dropbox khusus baterai bekas. Dalam buku ini juga diulas mengenai bahaya racun baterai, cara pengolahan baterai bekas yang tepat, serta tips untuk mengurangi sampah elektronik termasuk baterai.

RJ ingin mengajak semua elemen, pemerintah, masyarakat, swasta, untuk berpartisipasi dalam pengumpulan e-waste pada level masyarakat.

?RJ membuat buku semata-mata ingin memotivasi pemuda lain untuk berkarya dan berkontribusi pada negara dengan gerakan sederhana,? ujar Farahdibha Tenrilemba, ibunda dari RJ. (*/Jat)

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Bermula dari Hobi, Remaja Peduli Lingkungan Luncurkan Buku tentang Sampah Elektronik?

Gaya hidup masa kini tidak terlepas dari penggunaan barang elektronik, setiap orang memilliki gawai, berbagai jenis komputer juga berbagai macam peranti elektro...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“Bermula dari Hobi, Remaja Peduli Lingkungan Luncurkan Buku tentang Sampah Elektronik”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.