Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Animo Memiliki ?Surat Kekancingan? Darah Dalem Meningkat

Oleh: Redaksi Bernas•1 Mei 2018
Animo Memiliki ?Surat Kekancingan? Darah Dalem Meningkat
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Animo Memiliki ?Surat Kekancingan? Darah Dalem Meningkat..."

🗓️ Dipublikasikan pada 1 Mei 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita budaya terbaru →

Bernas.id – Mengaku-aku mempunyai keturunan ningrat atau memakai gelar semacam raden bagi masyarakat Jawa, khususnya warga Yogyakarta tidaklah sembarangan. Karena harus mempunyai bukti otentik semacam surat resmi yang disebut ?Surat Kekancingan? yang dikeluarkan oleh Kraton Yogyakarta, dalam hal ini lembaga Kawedanan Hageng Panitrapura Tepas Darah Dalem.

Adalah Wahyu Martono seorang anggota TNI AD yang bertugas dan menetap di Kupang, Nusa Tenggara Timur, ketika ditemui oleh Bernas.id, Rabu (02/05/2018), di Kantor Tepas Darah Dalem, Komplek Pracimosono, Kraton Yogyakarta, menjelaskan, bahwa disela-sela libur sehabis tugas dinas di Jakarta, dia sempatkan datang untuk mengurus Surat Kekancingan bagi ketiga anaknya.

?Saya mengurus untuk ketiga anak saya dikarenakan saya sendiri sudah memilik Surat Kekancingan dari orang tua saya, kebetulan orang tua dan eyang-eyang saya adalah asli orang Jogja dan masih mempunyai garis keturunan atau trah dari Sultan HB III. Bukannya untuk gagah-gagahan, namun agar anak-anak paham bahwa leluhurnya bukanlah orang sembarangan, sehingga dalam bertingkah laku selalu bisa menjaga etika kesopanan, dan kelak kalau ke Jogja masih bisa jumpai saudara-saudaranya,? ujar Wahyu.

Sebagaimana dijelaskan oleh Staf Tepas Darah Dalem KRT Dwijo Sudasiyo, bahwa, mempunyai surat bukti silsilah atau trah raja ada tiga manfaat, yaitu, pertama dapat mengetahui siapa leluhurnya dahulu.

Kedua, bisa untuk mengendalikan diri dalam setiap perbuatan dan pergaulan dengan selalu menjunjung etika, sopan santun, serta budi pekerti seperti yang diajarkan oleh para leluhurnya.

Ketiga, apabila kelak menjadi duta bangsa atau bertugas ke luar negeri terutama di negara-negara kerajaan, dengan mempunyai gelar kebangsawanan dari kraton terkadang bisa mendapatkan keistimewaan.

Untuk membuatnya pun cukup mudah, yaitu datang langsung Tepas Darah Dalem, dengan membawa foto copy Surat Kekancingan yang dimiliki oleh orang tuanya, foto copy Kartu Keluarga, foto copy Akte Kelahiran, foto copy KTP (apabila telah mempunyai) dan membayar uang administrasi Rp 35.000 per 
surat yang dibuatnya.

Dilihat dari buku tamu pendaftar setiap tahunnya animo masyarakat untuk memiliki Surat Kekancingan mengalami peningkatan secara signifikan dan rata-rata per hari kerja berkisar ada empat pendaftar yang datang ke Tepas Darah Dalem Kraton Yogyakarta.

?Setiap harinya rata-rata empat tamu yang berkunjung dan peningkatan akan nampak jika bertepatan liburan sekolah. Dari pendaftaran, proses pendataan, hingga jadinya Surat Kekancingan membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Ini pun kami telah dibantu dengan komputer, sangat jauh berbeda ketika masih sistem manual atau ditulis langsung membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Karena penulisan pada lembar surat tersebut memakai huruf Jawa,? papar KRT Dwijo Sudasiyo.

Sementara, bagi yang ingin membuat namun orang tua atau keluarganya sama sekali belum ada yang mempunyai Surat Kekancingan, Sudasiyo menjelaskan, caranya bisa meminjam Surat Kekancingan yang dimiliki oleh saudara lain yang masih ada satu garis keturunan dan nantinya juga melalui prosesi sumpah atas kebenaran data yang disampaikan.

Asal usul untuk penulisan gelar kebangsawanan atau darah dalem, yaitu, berdasar urutan atas Sultan yang bertahta, lantas dibawahnya merupakan pangeran, kemudian turunan yang kedua sampai keempat untuk laki-laki bergelar Raden Mas (RM) dan untuk perempuan Raden Ajeng atau Raden Ayu jika telah menikah.

Berikutnya turun (Jawa: tedak) kelima dan seterusnya untuk laki-laki yang masih lajang disebut Raden Bagus dan yang telah berumah tangga cukup disebut Raden (R), sedangkan yang wanita Raden Rara (Rr) dan jika telah menikah disebut Raden Nganten (RNgt).

Penulisan nama pemilik Surat Kekancingan memakai huruf Jawa, dengan menyesuaikan bunyi huruf Jawa untuk penulisan nama-nama orang yang cukup sulit dengan akhiran huruf konsonan. (Ted)

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Animo Memiliki ?Surat Kekancingan? Darah Dalem Meningkat?

Animo Memiliki ?Surat Kekancingan? Darah Dalem Meningkat...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Animo Memiliki ?Surat Kekancingan? Darah Dalem Meningkat”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.