JAKARTA, Bernas.id – Salah satu pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaff menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengkhianati ulama dan elemen Alumni 212. Alasannya, Anies enggan membantu Rizieq Shihab pulang ke Tanah Air. Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) pun batal pulang ke Indonesia.
“Anies Baswedan yang menolak menjembatani Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab kembali ke Indonesia adalah bentuk pengkhianatan kepada ulama dan elemen 212,” terang Faizal melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/2/18).
Baca Juga Kapitra Ampera: Rizieq Bisa Pulang Kalau Sudah Beres
Ia menyampaikan, Anies juga enggan berkomentar di media atas rencana kepulangan Rizieq yang digembar-gemborkan akan pulang Rabu (21/2) kemarin.
Ketua Progres 98 itu mengatakan Anies hanya memanfaatkan Rizieq Shihab dan umat Islam untuk kepentingan Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.
Tanpa kontribusi besar Rizieq, para ulama, dan elemen 212, Anies tak mungkin berhasil menjadi orang nomor satu di DKI.
“Mestinya sebagai Gubernur yang diusung oleh umat Islam, Anies peduli dan bertindak proaktif untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi oleh Rizieq,” ujarnya.
Menurutnya, Anies tampak condong hanya merangkul kelompok terdekatnya saja ketika berhasil meraih kursi kekuasaan di DKI. Sementara itu, Anies dinilai tak berbuat apa-apa ketika Rizieq diterpa masalah.
“Anies hanya peduli nekat merangkul pengacara pembela korban eks PKI 1965 (Nursyahbani Karta Sungkana) di TGUPP (tim gubernur untuk percepatan pembangunan).
Tapi, giliran Habib Rizieq yang terzalimi dan berjuang untuk membuatnya jadi gubernur justru dicampakkan,” ungkap Faizal.
Kedekatan Anies Baswedan dengan Rizieq Shihab pernah ditunjukan saat Pilgub DKI 2017 lalu. Anies pernah menghadiri acara yang diselenggarakan Rizieq.

