Bernas.id ? Khususnya di grup kepenulisan yang banyak menjamur di kalangan para calon penulis, penulis pemula hingga penulis senior. Utamanya, grup-grup kepenulisan tersebut ada di media sosial, khususnya Whatsapp.
Di berbagai grup kepenulisan yang ada, tentu saja masing-masing memiliki program untuk dijalankan para anggota grup.
Tapi, seberapa efektifkah program-program dari grup kepenulisan tersebut berjalan? Apalagi di grup kepenulisan yang tidak berbayar. Apakah kita bisa benar-benar bertumbuh dan mengikuti semua programnya?
Atau, kita hanya sebatas silent reader yang tak pernah berkontribusi apa pun?
Sesungguhnya, apa yang kita cari dalam suatu grup yang memberikan ilmu tanpa berbayar? Apakah hanya iseng? Atau mencari teman saja?
Sebenarnya, tidak ada salahnya jika kita ingin memperluas persaudaraan dengan kawan yang sehobi, tapi jaringan pertemanan yang luas saja tidak cukup, jika tanpa dibarengi dengan peningkatan kualitas diri.
Sebagai penulis yang mengikuti banyak grup di media sosial kita, mari kita menilik program apa saja yang kita ikuti. Awalnya, kita senang mengikuti grup baru di media sosial yang sesuai dengan hobi dan minat kita. Di awal waktu, biasanya kita juga tidak melewatkan program-program yang dicanangkan oleh grup yang kita ikuti.
Tapi, sampai sejauh mana kita mengikutinya?
Dengan mudahnya membuat grup, maka banyak orang-orang baik yang bersedia memfasilitasi belajar ilmu dengan cuma-cuma, kita pun bisa mengikutinya tanpa syarat. Tapi karena tanpa syarat itulah, banyak dari kita yang ikut hanya sekadar ikut, tidak memanfaatkan kemudahan akses ilmu yang bisa kita peroleh dengan maksimal. Alhasil, grup kepenulisan atau grup belajar apa pun hanya sebagai pengisi chat rutin media sosial kita, yang sesekali hanya kita buka tanpa membaca dan menerapkannya dengan serius.
Hal tersebut merupakan perilaku yang sebaiknya kita hindari.
Ketika kita sudah masuk dalam satu grup belajar, terutama kepenulisan, sebaiknya manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Kita sangat beruntung berada di zaman serba mudah untuk akses informasi apa pun. Kadang, pencetus grup tak mengharapkan timbal balik apa pun dari para anggota yang ikut, hanya menginginkan serius untuk belajar bersama.
Jadi, pastikan kita bisa mengambil suatu ilmu yang bertebaran di mana-mana, sebagai pijakan kita untuk bertumbuh.
Jangan sia-siakan apa yang sudah tersaji di hadapan kita. Kita tinggal mengambil manfaatnya. Aktiflah dalam obrolan grup ketika ada diskusi, kalau perlu berbagilah ilmu yang kita miliki pada kawan-kawan di grup.
Niscaya, kehadiran kita bukan hanya pemenuh kuota peserta saja, namun sebagai sumber inspirasi yang mungkin bisa dijadikan panutan oleh teman lain.
Wahai para pembelajar, aktiflah melahap dan berbagi ilmu di grup online!

