Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Wahai Guru, 6 Kebiasaan Ini Menunjukkan bahwa Anda Tidak Disiplin, Nomor 6 Paling Merugikan!

Oleh: Redaksi Bernas•12 Januari 2018
Wahai Guru, 6 Kebiasaan Ini Menunjukkan bahwa Anda Tidak Disiplin, Nomor 6 Paling Merugikan!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Guru adalah ujung tombak berhasilnya sebuah proses pendidikan Oleh karena itu guru dituntut memiliki etos kerja yang tinggi dan bisa bekerja secara..."

🗓️ Dipublikasikan pada 12 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id. – Guru adalah ujung tombak berhasilnya sebuah proses pendidikan. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki etos kerja yang tinggi dan bisa bekerja secara profesional. Adapun cara yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas.

Suharsimi Arikunto mengemukakan bahwa disiplin merupakan kepatuhan seseorang untuk mengikuti tata tertib karena didorong oleh kesadaran yang bersumber dari kata hatinya.

Namun, rupanya kedisiplinan guru masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Belum adanya kesadaran dan menganggap remeh aturan merupakan faktor utama guru tidak disiplin. Padahal guru bertanggung jawab terhadap pendidikan karakter anak yang salah satunya adalah sikap disiplin.

Lalu kebiasaan seperti apakah yang melanggar kedisplinan itu? Dan apakah Anda sebagai guru pernah atau justru sering melakukannya? Berikut pemaparannya.

1.

Datang terlambat
Jika Anda sering terlambat, segera ubah kebiasaan itu. Karena itu menandakan bahwa Anda tidak menghargai waktu dan pekerjaan. Apalagi jika diikuti perasaan cuek dan tidak bersalah.

Selalu ada saja hal yang dijadikan sebagai alasan pembenaran. Mulai sekarang, aturlah waktu Anda dengan baik untuk meminimalisir keterlambatan.

Hargailah waktu dan pekerjaan Anda, yang juga berarti menghargai diri Anda sendiri.

2.

Tidak Berseragam
Apakah Anda juga sering melakukannya? Bahkan ada kain seragam yang belum dijahitkan sampai hampir satu semester berjalan? Padahal tidak berseragam itu merupakan pelanggaran kode etik guru.

Di samping itu, guru juga berkewajiban memberikan teladan bagi anak didik dalam hal disiplin, termasuk dengan seragam.

Alasan apapun yang Anda sampaikan kepada anak didik, mereka sejatinya tetap bisa membuat kesimpulan dalam hati meskipun tidak diucapkan.

3. Memakai sandal
Awalnya mungkin karena kondisi hujan, sehingga sandal digunakan agar sepatu tidak basah.

Tapi, jika itu terus menerus dilakukan meskipun tidak hujan, maka itu sudah termasuk pelanggaran kedisiplinan.

Di luar sana, ada banyak wali murid yang memperhatikan dan menilai bahwa Anda tidak menghargai diri dan pekerjaan Anda yang sangat mulia.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

4. ?Mengajar tidak tepat waktu
Hal ini bisa terjadi karena banyak faktor,di antaranya tidak melihat jam sehingga datang ke kelas terlambat atau sedang tanggung karena ada tugas lain. Akibatnya, pelajaran tidak terlaksana sesuai dengan jatah jamnya.

Jika dilakukan terus menerus, maka Anda telah mengurangi hak anak untuk belajar dan menyebabkan target pembelajaran yang telah dibuat meleset/tidak tercapai.

5. Menunda–nunda pekerjaan
Biasanya pekerjaan yang sering ditunda adalah membuat administrasi pembelajaran, sehingga saat ada supervisi dari kepala sekolah maupun pengawas, guru akan kebingungan karena belum siap. Pekerjaan yang lain adalah mengoreksi PR, hasil ujian dan analisis butir soalnya. Sehingga saat anak atau orang tua bertanya tentang nilai, guru tidak bisa menjawab.

Begitu juga dengan laporan pertanggungjawaban suatu kegiatan, biasanya molor sampai batas akhir pengumpulan.

6. ??Sering izin tidak masuk
Ini adalah kebiasaan tidak disiplin guru yang sangat merugikan. Tahukah Anda? Ada banyak efek negatif yang ditimbulkan jika Anda terlalu sering tidak masuk.

Di antaranya, mengurangi hak anak untuk mendapatkan ilmu.

Jika Anda wali kelas, maka akan meninggalkan anak-anak tanpa pembimbing dan pasti akan merepotkan guru lain karena harus berbagi tugas untuk mengawasi anak-anak di kelas Anda.

Jika sedang ada ujian dan Anda bertugas mengawas, maka akan menjadi kendala karena harus mencari pengganti.

Efek yang lain, jika Anda adalah guru senior, maka akan memberikan kesan negatif bagi guru-guru yang lain  karena Anda seharusnya menjadi panutan bagi mereka terutama guru baru.

Kemudian secara tidak langsung kebiasaan ini akan dianggap sebagai hal biasa yang akhirnya menjadi penyakit menular.

Begitu juga bagi anak didik Anda, mereka juga akan mudah minta izin ketika gurunya sering izin.

Sekalipun alasannya karena sakit, tapi jika intensitasnya terlalu sering maka tetap bisa menjadi kendala.

Bijaknya, Anda harus bisa memahami kondisi tubuh Anda sendiri dengan baik sehingga  kesehatan tetap terjaga dan tidak perlu terlalu sering izin tidak masuk karena hal itu sangat merugikan.

Guru adalah profesi yang mulia. Mewujudkan anak didik yang cerdas dan berkarakter bisa tercapai dengan adanya teladan dan kedisiplinan guru.

Kebiasaan tidak disiplin guru sangat merugikan baik orang lain maupun diri sendiri. Jika terus menerus dilakukan, karir Anda pun bisa terancam.

Oleh karena itu, kesadaran dalam diri guru harus dibangun mengingat tanggung jawab yang begitu besar baik kepada orang tua, atasan, bahkan kepada Sang Pencipta.

Bukankah setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya?

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Wahai Guru, 6 Kebiasaan Ini Menunjukkan bahwa Anda Tidak Disiplin, Nomor 6 Paling Merugikan!?

Bernas id Guru adalah ujung tombak berhasilnya sebuah proses pendidikan Oleh karena itu guru dituntut memiliki etos kerja yang tinggi dan bisa bekerja secara...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“Wahai Guru, 6 Kebiasaan Ini Menunjukkan bahwa Anda Tidak Disiplin, Nomor 6 Paling Merugikan!”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.