Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Indonesia dan Turki Lakoni Perundingan Dagang

Oleh: Redaksi Bernas•10 Januari 2018
Indonesia dan Turki Lakoni Perundingan Dagang
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Indonesia dan Turki secara resmi memulai perundingan dagang Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) awal tahun ini...."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, Bernas.id – Indonesia dan Turki secara resmi memulai perundingan dagang Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) awal tahun ini.

Putaran pertama IT-CEPA dilangsungkan pada 8-9 Januari 2018 di Hotel Shangrila, Jakarta. Perundingan IT-CEPA dimulai tahun ini setelah sempat tertunda cukup lama. Hadir dalam pertemuan Delegasi Indonesia dipimpin oleh Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan sekaligus Ketua Juru Runding Indonesia untuk IT-CEPA Iman Pambagyo.

Sementara itu, Delegasi Turki dipimpin oleh Director-General for the EU Affairs, Ministry of Economy of Turkey, Murat Yapici.

?Pada perundingan putaran pertama ini, kedua belah pihak membahas Terms of Reference (ToR) IT-CEPA, serta menyamakan persepsi terkait isu-isu yang terkait dengan perdagangan barang seperti rules of origin (ROO), customs and trade facilitation, trade remedies, technical barrier to trade, sanitary and phytosanitary, dan legal matters,? jelas Iman.

Inisiasi perundingan IT-CEPA yang terlaksana di bulan Januari 2018 ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan Joint Ministerial Statement antara Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekçi di Ankara, Turki pada 6 Juli 2017 lalu.

Penandatanganan tersebut disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kedua Kepala Negara memandatkan perundingan selesai sesegera mungkin. Presiden Joko Widodo dan Presiden Erdogan juga menargetkan nilai perdagangan Indonesia-Turki menjadi USD 10 miliar pada tahun 2030.

Menurut Iman, perundingan IT-CEPA akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Turki secara signifikan dengan mengeliminasi hambatan perdagangan kedua negara, baik hambatan tarif maupun nontarif.

Perundingan ini juga diharapkan akan berkontribusi memulihkan kinerja ekspor Indonesia ke Turki, yang pada periode 2012-2016 turun secara substansial.

?Permasalahan utama yang dihadapi produk Indonesia di pasar Turki adalah tarif bea masuk yang lebih tinggi dan tambahan bea lainnya dibandingkan negara pesaing kita yang telah memiliki perjanjian dengan Turki. Diharapkan CEPA dapat meningkatkan daya saing produk kita di sana,? ujar Iman.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram