Bernas.id – Menurut beberapa orang, menulis itu pekerjaan mudah. Namun, tentu saja ada beberapa orang yang menyatakan sebaliknya. “Susah banget nulis. Cari idenya itu, loh!” Kata orang-orang yang berkata nulis itu susah.
Nah, pernyataan itu dibalik lagi oleh pihak ‘menulis itu mudah’.
Mereka mengemukakan itu karena menurutnya, semua kesusahan itu selalu ada sumbernya. Sama seperti penyakit, sumber atau faktor yang menyebabkan sakit, pasti bisa ditelusuri.
Coba telusuri barangkali penyakit menulismu ada di sini:
Malas
Pertama dan yang paling utama tentunya masalah malas. Manusia, kalau sudah punya rasa ini, semua kegiatan serasa berhenti.
Solusinya cuma satu: menghadapi rasa malas itu.
Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap
Jadi, ketahui dulu penyebabnya malas. Mengantuk, banyak kerjaan, pusing, atau yang lainnya. Kalau sudah, ambil air wudhu atau rilekskan tubuh sejenak.
Saat badan rileks, tanamkan komitmen menulis, ‘Masih mau menyalurkan amal? Masih mau berkontribusi untuk orang banyak?’, dan sebagainya.
Handphone
Di era media sosial, semua orang merasa wajib punya instagram, facebook, dan media sosial bejibun lainnya. Apalagi, generasi zaman now. Alat komunikasi pun berubah jadi alat silaturrahim online, alat kepo, alat puji-memuji, dan sebagainya.
Tentu itu baik, tetapi media sosial hanyalah sebuah alat. Pakai sekadarnya saja karena menggunakannya secara berlebihan sama saja dengan membuang waktu. Kapan akan menulis?
Mengaku enggak ada ide
Ini benar enggak ada ide atau cuma alasan?
Kamu bisa berselancar di mana saja untuk cari ide, lo! Justru menulisnya yang butuh waktu. Kalau masalah ide, bisa didapat ketika berbicara dengan orang tua, mendengar berita, membaca jarkoman, dan lainnya.
Bahkan, saat kamu bingung untuk cari ide, kamu bisa menuliskan bahasan mengenai: tips mencari ide.
Kebayang sekarang?
Patah karena cibiran
Menuliskan sesuatu kalau enggak di depan laptop atau handphone sungguh tidak mungkin. Justru ketika duduk dengan tenang di depan alat elektronik, kita semakin semangat, bukan? Namun, sayang beribu sayang, kadang orang lain yang melihat kita berpikir negatif.
Mereka berpikir kita itu terlalu egois.
Kamu yang mendapat cibiran ini, tolong jangan patah semangat! Orang mencibir itu karena orang tidak melihat buktinya, lo! Coba kamu buktikan dalam seminggu, kamu bisa produktif menyumbang sejumlah artikel, pasti mereka akan diam!
Atau bisa juga menghasilkan uang dari menulis.
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
Pembagian waktu berantakan
Ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Salah satu sebab cibiran karena egoisme. Bagaimana tidak egois?
Waktunya pulang ke rumah orang tua, kita jadi malas ke orang tua. Lebih mengedepankan menulis dari pada orang tua. Lalu, kegiatan kuliah atau organisasi berantakan, misalnya.
Ya, ini bukan masalah dalam menulis saja, karena tiap orang punya kegiatan masing-masing, tergantung orang tersebut menaruh prioritasnya di mana.
Mulai sekarang, taruh menulis di prioritas awal, ya! Anggap saja tambahan kegiatan menulis ini membuat kamu jadi pintar membagi waktu.
Hmm… Sebenarnya, kalau dijabarkan lebih lanjut, penyakit menulis bisa dari A sampai Z. Terlalu hiperbola, ya?
Ya, begitulah kalau kamu terlalu banyak alasan terhambat dalam menulis. Makanya, mau nulis, ya nulis aja!
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021

