Bernas.id – Libur semester telai usai. Pelajaran semester genap sudah dimulai. Tugas guru kembali menanti.
Mengantar anak didik menggapai cita, meraih mimpi. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi:
Guru Hebat
Seperti apakah guru yang hebat? Ia yang tak hanya mengajar, tapi juga mendidik.
Tidak setiap guru mampu mendidik walaupun ia pandai mengajar.
Untuk menjadi pendidik seseorang tak cukup menguasai materi dan keterampilan mengajar saja, tetapi perlu menguasai dasar-dasar agama dan norma-norma yang ada.
Sehingga, ketika mengajar seorang guru mampu menghubungkan materi yang disampaikan dengan sikap dan kepribadian yang harus tumbuh sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma dalam masyarakat.
Berhasilnya seorang anak didik, selain karena faktor utama dia memang cerdas, juga karena telah berdiri kokoh seorang bahkan banyak guru hebat di sampingnya.
Karena Ketekunan
Kenapa ketekunan? Coba perhatikan lingkungan sekitar. Rata-rata seseorang berhasil karena ketekunannya.
Sepandai apapun seseorang tetapi tidak disertai dengan ketekunan, ia masih tertinggal dengan seseorang yang tekun dan tak henti menambah ilmu juga pengetahuannya. Ilmu itu bisa dicari. Kepandaian bisa dilatih.
Namun ketekunan, hanya ada pada orang yang tak kenal putus asa. Bahwa pintar itu tidak wajib, yang wajib hanyalah menuntut ilmu. Tentang bagaimana hasil, itu sudah ada di tangan Allah SWT.
Tugas kita hanya ikhtiar, berdoa dan tak kenal putus asa.
Doa Orang tua dan Guru
Ketika seseorang sedang menuntut ilmu, peran aktif orang tua dalam mendoakan keberhasilannya adalah yang terpenting. Selain karena ada ikatan batin yang kuat di antara keduanya, juga karena ridho Allah SWT terletak pada ridho orang tua. Sedangkan doa guru merupakan jalan mudah terhubungnya transfer ilmu antara keduanya.
Guru tak hanya wajib mendidik, ia juga punya kewajiban mendoakan seperti halnya orang tua.
Mengenai ketiga faktor di atas, kita bisa mempelajarinya kepada almarhum Kiai Arwani Amin, pendiri Pondok Pesantren Huffadh Yanbu?ul Qur?an (PHYQ) di Kampung Kelurahan Desa Kajeksan Kudus. Sebagai sosok pribadi, Kiai Arwani dikenal sebagai seorang yang halus, santun, dan nyenengake wong akeh (menyenangkan banyak pihak). Namun dibalik sosok pribadi ini, terpendam sikap tegas dan keras, terutama bila berkaitan dengan masalah Alquran.
Hingga kini, banyak orang yang pernah menjadi santrinya, akan selalu terkenang kepada tongkat rotan yang kerap disandang Kiai Arwani pada saat mengajar Alquran.
Sabetan rotan bagi siapa pun yang salah dalam membaca Alquran, agaknya menjadi kontrol bagi para santri agar lebih hati-hati dan tidak sembrono dalam melafalkan Alquran.
Dahulu, jika ada seorang guru yang memukul atau bersikap keras kepada anak didiknya, bisa dijamin tak akan ada satupun orang tua yang berani menegur. Karena dari awal mereka menitipkan anak-anaknya, sudah ikhlas dan pasrah apapun yang akan dilakukan guru tersebut kepada anak mereka. Karena mereka tahu, itu hanyalah cara guru tersebut dalam mencerdaskan anak didiknya.
Bentuk kasih sayang seorang guru agar mereka tidak terjerumus pada hal yang salah.
Tidak mungkin seorang guru memukul atau bersikap keras kepada anak didik jika mereka tak melakukan kesalahan. Dengan catatan jika memang benar-benar melakukan kesalahan.
Untuk siapa pun yang saat ini bergelar sebagai anak didik, ingat ini baik-baik.
Sepandai apapun kalian, sesukses apapun kalian kelak, jangan sampai melakukan suatu hal yang bisa menyakiti hati seorang guru.
Dan lagi, sampai kapanpun, guru TK, SD, SMP, SMA, Dosen saat kuliah, juga guru mengaji, mereka tetaplah gurumu.
Hormati layaknya kalian masih disekolah dan melakukan aktivitas bersama mereka.
Karena tak ada istilahnya ?guruku biyen? (mantan guruku). Agar sampai kapan pun, doa-doa terbaik mereka tetap mengalir untukmu.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Hati-hati, Ternyata Rotan Dapat Mencerdaskan Anak Didik?
Bernas id Libur semester telai usai Pelajaran semester genasudah dimulai Tugas guru kembali menanti Mengantar anak didik menggapai cita meraih mimpi Agar...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




