Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Masih Galau Soal Jodoh? Wake up!!!

Oleh: Redaksi Bernas•30 Desember 2017
Masih Galau Soal Jodoh? Wake up!!!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Ketika quarter life crisis atau krisis seperempat abad telah menyapa hiduseseorang pertanyaan kapan turut menghiasi seolah tidak pernah ada habisnya..."

🗓️ Dipublikasikan pada 30 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

Bernas.id – Ketika quarter life crisis atau krisis seperempat abad telah menyapa hidup seseorang, pertanyaan “kapan” turut menghiasi seolah tidak pernah ada habisnya. Kapan lulus? Kapan bekerja?

Kapan Menikah? Kapan punya anak? Dan kapan-kapan lainnya. 

Namun, dari beberapa pertanyaan “kapan” tersebut, ada satu pertanyaan “kapan” yang jika ditanyakan kepada kita yang masih single alias jomblo akan mengubah raut dan eskpresi wajah menjadi geli, malu, bahkan sedih.

Yap, pertanyaan itu ialah “kapan menikah?” Pertanyaan yang hari ini membuat pemuda bertanya-tanya akan berjodoh dengan siapa dirinya kelak. 

Apalagi bila undangan pernikahan teman silih berganti menyambangi rumah. Akhirnya banyak pemuda hari ini yang galau akan pasangannya. Galau kapan gilirannya menikah.

Galau memikirkan pernikahan impiannya. Tak ketinggalan acara-acara seminar, tema buku bacaan, obrolan hingga candaan, semuanya membahas perihal jodoh untuk meramaikan kegaulan anak muda saat ini. 

Lantas apakah menggalaukan jodoh merupakan sesuatu yang berdosa? Tentu saja tidak.

Hanya saja akankah kita menyia-nyiakan waktu begitu saja untuk hal-hal yang sejatinya sudah diatur oleh-Nya. Galau boleh saja, tapi jangan berlebihan.

Galaulah dengan cara yang lebih elegan dan lebih di ridhai Allah, yaitu dengan memantaskan diri.

Memantaskan diri adalah cara terbaik yang dilakukan untuk menjemput jodoh yang soleh/ solehah. Namun, tetap luruskan niat, ya. 

Daripada bergalau-galauan tentang jodoh. Alangkah baiknya jika selama masa penantian itu dimanfaatkan dengan melakukan beberapa hal berikut:
1.

Memperbaiki diri
Terus aktualisasi diri dengan ilmu dan berada dalam lingkaran pertemanan yang baik.
2.

Mematangkan emosi dan menuntaskan ego
Kondisi psikologis penting sekali untuk diperhatikan seperti emosi kita yang seringkali labil harus dapat distabilkan lagi agar menjadi pribadi yang dewasa dan bijak.

Demikian juga dengan ego yang mana masih banyak keinginan dan pencapaian yang ingin diraih.

Tuntaskan semua itu sebelum bertemu jodoh kita.
3.

Mempersiapkan idealisme tentang pasangan dan rumah tangga
Tentukanlah kriteria seperti apa yang kita doakan menjadi jodoh kita.

Rencanakan kita akan menikah dengan orang seperti apa.

Tak lupa juga bangun idealisme tentang rumah tangga seperti apa yang ingin dibina.
4.

Belajar parenting dan pengasuhan anak
Parenting dan pengasuhan sangat penting dipelajari oleh setiap anak muda yang ingin menikah.

Agar ketika diberi amanah mempunyai anak dapat menjadi orangtua yang baik dan cerdas dalam mendidik dan mengasuh anak-anak.
5.

Belajar beberapa keterampilan
Berumah tangga memerlukan beberapa keterampilan baik bagi perempuan maupun laki-laki yang mana keterampilan yang perlu dikuasai pun berbeda.

Bagi perempuan perlu belajar memasak, mengurus rumah, menjahit dan sebagainya sedangkan laki-laki perlu belajar sedikit-sedikit tentang dunia pertukangan.

Bagaimana? Ternyata ada banyak hal yang perlu disiapkan sebelum menikah.

Gawat sekali, kalau kita lebih banyak galaunya daripada belajar dan berbenah diri.

Pernikahan bukanlah hal yang bersifat main-main melainkan sebuah ibadah agung untuk membentuk peradaban baru yang lebih baik. Generasi emas berawal dari orang tua yang hebat.

Orang tua yang hebat berawal dari sepasang laki-laki dan perempuan yang mempersiapkan dirinya menjadi orang tua. Hayo, masih galau soal jodoh? Bangunlah, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan.

Tenang saja, kalau jodoh tidak akan ke mana-mana. 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram