Bernas.id -Terdapat 4 pulau di Kepulauan Seribu yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Pulau Cagar Budaya atau Taman Arkeologi, yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust, Pulau Cipir (Pulau Khayangan) dan Pulau Bidadari.
Ada Bekas Galangan Kapal VOC dan Tempat Karantina Haji di Pulau Onrust
Penduduk Kepulauan Seribu menyebut Pulau Onrust sebagai Pulau Kapal, karena pada pertengahan abad 17-18 di pulau tersebut banyak berlabuh kapal-kapal VOC (kongsi dagang Belanda) yang oleh penduduk waktu itu disebut Kompeni. Konon beberapa penjelajah samudera dunia pernah singgah di sini, di antaranya Abel Tasman (Penemu Tasmania) dan James Cook (penemu Benua Australia).
Pulau Onrust dulunya memiliki luas sekitar 12 hektar, namun kemudian menyusut. Mulai berperan pada masa kolonial Belanda pada tahun 1618 sebagai galangan kapal.
Namun pulau di Teluk Jakarta ini sebelumnya telah digunakan sebagai tempat peristirahatan oleh raja-raja Banten.
Pulau Onrust pernah dihancurkan oleh Inggris pada tahun 1800, kemudian diperbaiki lagi tahun 1816.
Sebelumnya digunakan sebagai benteng pertahanan atas serangan Banten dan Inggris tahun 1618.
Pulau Onrust juga pernah difungsikan sebagai sanatorium TBC sekaligus pusat karantina jamaah haji yang baru pulang dari Mekkah antara tahun 1911-1933.
Ada cerita menarik yang beredar di balik alasan kamuflase karantina haji ini.
Yaitu bahwa sebenarnya ada kekhawatiran Pemerintah Hindia-Belanda kalau orang-orang yang baru pulang dari Arab Saudi saat itu sudah bertemu dan belajar agama pada ulama terkemuka di Arab Saudi.
Sehingga dikhawatirkan akan membawa pulang ajaran agama Islam yang kuat dan memunculkan ide-ide baru untuk menentang penjajahan.
Pada kurun waktu antara tahun 1933-1940, Pulau Onrust sempat pula dijadikan sebagai tempat tawanan para pemberontak yang terlibat dalam ?Peristiwa Kapal Tujuh? (Zeven Provincien).
Selanjutnya tawanan itu setelah mati dikuburkan di Pulau Kelor. Kemudian pada tahun 1940 dijadikan sebagai tempat tawanan orang-orang Jerman yang dituduh dalam gerakan NAZI pro Hitler yang ada di Indonesia.
Setelah Jepang menguasai Batavia (sekarang Jakarta), tahun 1942 Pulau Onrust dijadikan penjara bagi tahanan kelas berat dan tahanan politik. Salah satunya adalah D.N.
Aidit yang kemudian menjadi tokoh PKI.
Sejak tahun 1945 Indonesia merdeka sampai dengan sekitar awal tahun 1960-an, pulau ini juga pernah dimanfaatkan sebagai rumah sakit karantina, terutama bagi penderita penyakit menular (misalnya lepra).
Lalu, di tahun 1960-1965 difungsikan untuk menampung para gelandangan dan pengemis.
Selain itu juga dimanfaatkan sebagai lokasi latihan militer.
Lama terbengkalai karena dianggap tak bertuan hingga sekitar tahun 1968, di Pulau Onrust sempat terjadi pembongkaran dan pengambilan material bangunan secara besar-besaran oleh masyarakat. Hingga akhirnya pada masa selanjutnya sekitar tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta mulai mengeluarkan SK yang menyatakan Pulau Onrust merupakan pulau bersejarah dan dilindungi.
Salah satu cerita yang ikut menjadi perbincangan di tengah masyarakat mengenai Pulau Onrust adalah tentang kisah kasih tak sampainya Maria Van de Velde, seorang gadis Belanda. Dikisahkan, konon Maria meninggal dengan mengenakan baju pengantinnya saat menunggu sang kekasih yang akan datang dari Belanda.
Yang membuat iba, penantiannya ternyata sia-sia, karena kekasih yang ditunggu sesungguhnya sudah meninggal terlebih dahulu.
Maria kemudian menyusul meninggal pada usia 28 tahun, namun bukan karena bunuh diri, melainkan karena terjangkit penyakit pes yang saat itu sedang melanda.
Di Pulau Onrust terdapat 1 bangunan utuh yang sekarang dipergunakan sebagai museum arkeologi.
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Menyusuri Jejak Bersejarah di Taman Arkeologi Kepulauan Seribu (Bagian 2)?
Bernas id Terdapat 4 pulau di Kepulauan Seribu yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Pulau Cagar Budaya atau Taman Arkeologi yaitu Pulau Kelor Pulau Onrust...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




