Bernas.id – Hanya dalam waktu setengah abad, perkembangan teknologi komunikasi untuk berkirim kabar semakin canggih. Kalau dulu harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapat kabar dengan berkirik surat, sekarang hanya dalam hitungan detik saja sudah bisa berkirim kabar. Berbagai macam platform obrolan atau chat di gawai pintar membuat kebutuhan berkomunikasi semakin dimudahkan.
Namun, kecenderungan untuk texting atau berkomunikasi lewat media pesan teks menjadi sangat besar, yang berdampak berubahnya perilaku manusia di era digital.
Perubahan yang pasti terlihat adalah, saat ini manusia cenderung melihat ke arah layar daripada menatap ke manusia lain. Pertemuan tatap muka selalu diganggu dengan interupsi untuk menjawab chat di gawai. Akibatnya, manusia sekarang tidak lagi bisa menangkap isyarat-isyarat yang diberikan oleh orang lain.
Manusia menjadi kurang peka membaca gerak tubuh, dan signal yang dipancarkan oleh orang yang diajak bicara.
Sehingga, sering terjadi selisih paham, hanya karena tidak terbiasa membaca mimik wajah dan gerak tubuh lawan bicara.
Ada ungkapan yang menyebutkan, bahwa ?Mulutmu harimaumu.? Yang artinya bila tidak hati-hati dalam bercakap, maka bisa selisih paham dan terkena masalah.
Namun, sekarang ungkapan itu bisa berbunyi, ?Jempolmu harimaumu.? Dua jempol yang menekan tombol di layar sentuh gawai saat ini aumannya lebih keras daripada bicara langsung.
Namun, kebiasaan ini ternyata berdampak negatif.
Banyak yang berani mengungkapkan perasaan dan curhat lewat media sosial, tetapi tidak mau mengutarakan secara langsung saat bertatap muka.
Bahkan, banyak yang berusaha menembak cewek atau cowok lewat chat. Sehingga bisa dibilang banyak nyali manusia zaman now hanya sampai ujung jempolnya saja.
Masalah komunikasi pun tidak sebatas pada nyali yang sampai di ujung jari.
Pemilihan kata saat texting juga sering menjadi penyebab perselisihan karena penerima salah tangkap maksud dari teks yang terkirim. ?6w mwx ikootn lg1 b53n Nh?
adalah salah satu contoh teks penuh kode yang dikirim oleh Kids Zaman Now.
Walaupun kreatif, namun ternyata berpengaruh membuat mereka tidak mampu bercakap dengan baik dengan orang lain.
Perilaku lain yang ditimbulkan oleh texting adalah tidak fokus pada lingkungan sekitar. Perhatian sering terpecah dan akhirnya malah tidak mengerti kejadian apa yang sedang berlangsung.
Pelajar yang duduk di kelas saling mengirim pesan teks lewat gawai atau laptop mereka. Akibatnya, banyak yang tidak memperhatikan penjelasan gurunya. Perhatian terpecah ini yang juga sering mengakibatkan kecelakaan.
Banyak korban kecelakaan tertabrak kendaraan yang melintas di jalam karena asyik texting hingga tidak memperhatikan arah kaki melangkah.
Atau yang sedang mengendalikan kendaraan, begitu ingin membalas pesan chat, hingga nekat texting sambil berkendara, yang tentu membahayakan orang lain.
Sering cepat cemas dan berprasangka buruk menjadi perilaku yang bisa ditimbulkan akibat terlalu sering texting. Saat mengirim pesan teks, dan tidak mendapat tanggapan segera, maka sering timbul rasa cemas bahkan curiga.
Mengapa tidak dibalas? Apakah ada yang salah? Apakah sedang marah?
Bahkan berburuk sangka, mengira sedang selingkuh.
Kecemasan yang tidak perlu ini mengirimkan signal bahaya yang membuat tubuh seakan berada dalam kondisi mawas terus menerus.
Sehingga, otak menjadi cepat lelah karena kesal dan tegang berkelanjutan.
Sehingga, coba luangkan waktu untuk letakkan gawai dan berhenti texting sejenak.
Nikmati berbincang dan bercanda dengan orang-orang sekitar.
Ajak teman bertemu langsung bila ingin berdiskusi dan bertukar pikiran, sehingga bisa dengan cepat merespon isyarat-isyarat yang diekspresikan oleh mimik wajah dan gerak tubuhnya.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Jempolmu Harimaumu: Bila Nyali Hanya Sampai Di Ujung Jari?
Bernas id Hanya dalam waktu setengah abad perkembangan teknologi komunikasi untuk berkirim kabar semakin canggih Kalau dulu harus menunggu berbulan bulan untuk...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




