JAKARTA, Bernas.id – Anak usaha koperasi yang telah berbadan hukum perseroan terbatas (PT) didorong untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Kami mendorong koperasi yang sudah mempunyai anak perusahaan dalam bentuk PT untuk IPO,” kata Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Jakarta.
Baca juga: Inilah 7 Daftar Aplikasi Investasi Resmi Versi OJK
Puspayoga menilai, pasar modal memiliki konsep yang hampir sama dengan koperasi karena masyarakat dapat memiliki saham perusahaan meskipun tetap ada perbedaan dalam konsep pengambilan keputusannya.
“Pengambilan keputusan adalah pemegang saham terbesar. Kalau koperasi, yang memutuskan semua anggota,” tuturnya.
Sejauh ini beberapa anak usaha yang sukses, seperti anak usaha Kospin Jasa, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. (JMAS), yang telah resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Anak usaha Kospin Jasa itu merupakan anak usaha koperasi sekaligus perusahaan asuransi syariah pertama yang melantai di BEI.
“Saya apresiasi mimpi saya sudah terwujud, mudah-mudahan tahun depan ada lagi yang masuk BEI,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan bahwa minat IPO, baik dari perusahaan dengan skala besar, menengah, maupun kecil, cukup tinggi pada tahun ini.
“Telah banyak perusahaan yang membuka diri untuk sahamnya dimiliki oleh investor melalui IPO.
Dengan IPO, ada alternatif bagi perusahaan meraih pendanaan untuk kegiatan usaha. Tren ini kita harapkan terus berlanjut,” katanya.

