JAKARTA, Bernas.id – Pemerintah Indonesia terus meningkatkan potensi wisata Indonesia dengan melibatkan swasta dalam mengembangkan 10 destinasi wisata baru senilai 200 miliar dolar AS atau Rp270 triliun.
?Indeks pariwisata Indonesia terus melompat dari urutan 70 pada 2013, naik menjadi 50 pada 2015 dan sekarang ini di peringkat 42. Kami berharap pada 2019 nanti masuk 30 besar,? kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata Indonesia Hiramsyah S Thaib di Jakarta, Kamis (14/12).
Dengan sektor pariwisata yang berkembang pesat saat ini, diharapkan untuk menjadi penyumbang devisa terbesar Indonesia di mana saat ini merupakan penyumbang devisa kedua setelah komoditas CPO.
Tercatat 10 destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan yakni Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.
Hirmansyah menilai, pengembangan sektor wisata itu membutuhkan kerja yang sangat keras dari berbagai inovasi, dan diharapkan juga ada inovasi dalam pembiayaan yakni menggunakan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) karena tidak semua kebutuhan anggaran Rp270 triliun itu bisa dibiayai oleh APBD.
?Keterlibatan swasta dapat masuk melalui skema KPBU yang keamanan investasinya dijamin oleh PT PII sehingga meminimalisir risiko yang dihadapi, karena tanpa tandatangan PT PII swasta tidak bisa masuk untuk berinvestasi,? tutur Hiramsyah.

