Jakarta, Bernas.id – Perhelatan Asiana Cup kembali menunjukkan konsistensinya melahirkan regenerasi sepak bola Indonesia, dengan menyelenggarakan perhelatan U-9 yang memasuki tahun ke 3 dengan diikuti sekolah sepak bola (SSB) di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
Perhelatan yang diselenggarakan di lapangan DPR, Senayan, Jakarta, 18-19 November 2017, Asiana Cup III tahun 2017 ini diikuti sembilan tim SSB U-9 dengan menggunakan sistem liga, dimana semua tim bertemu.
- Baca juga: Tingkat Kesembuhan Gelandang PSS Sleman, Ze Valente, Capai 75 Persen
- Baca juga: Rivalitas Klasik di Serie A Brasil: Santos vs Corinthians di Musim 2026
Ketua Penyelenggara Asiana Cup, Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku, sangat senang melihat minat peserta di Asiana Cup III ini, dimana para pemain tampil sangat semangat menunjukkan kualitasnya.
?Ada perkembangan yang menarik dari setiap penyelenggaraan. Kompetisi makin keras dan makin kuat. Setiap tim mempersiapkan diri dengan maksimal.
Itu yang membuat kualitas Asiana Cup makin membaik,? kata Agus, Minggu (19/11).
Agus menilai bahwa pihaknya konsisten menggelar kompetisi usia muda, karena ingin mencetak pemain yang bisa membela tim nasional Indonesia di masa mendatang, dan dengan merangkul PSSI sebagai pihak yang berkepentingan dalam mengelola sepak bola di Indonesia untuk bersama-sama mengayomi para pemain di Asiana Cup III ini.
?Asiana bertekad mencetak generasi emas sepak bola Indonesia, kami pun menyertakan PSSI untuk bersama-sama memantau para pemain tampil secara konsisten, dan diharapkan bisa menjadi data base federasi.? tambah Agus.
Tercatat pada Asiana Cup III ini, podium juara diraih Angmor yang membukukan 20 angka setelah mengemas enam kemenangan dan dua hasil imbang.
Posisi kedua dihuni Asiop Apacinti yang mengemas 16 angka. Asiop Apacinti mengemas lima kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.
Sementara itu, tempat ketiga dikunci Salfas yang meraih 14 poin. Angka itu diraih dari empat kemenangan serta masing-masing dua imbang dan kekalahan.
Rencananya pada tahun berikutnya, Agus berencana akan menambah jumlah peserta menjadi 12 kontestan, bahkan berniat untuk mengundang tim dari luar negeri seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
?Kami terus mengevaluasi untuk tahun depan, dengan terobosan baru, dengan begitu, kualitas kompetisi makin membaik dan membuat anak-anak terbiasa bermain melawan tim dari luar negeri,? tegas Agus.

