Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

Asiyah: Ya Rabb, Bangunkan untukku Sebuah Rumah di sisi-Mu

Oleh: Redaksi Bernas•28 November 2017
Asiyah:  Ya Rabb, Bangunkan untukku Sebuah Rumah di sisi-Mu
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Nama lengkapnya Asiyah binti Muzahim bin Ubaid al Diyan bin al Walid keturunan Fir aun masa Nabi Yusuf As Seorang wanita cantik jelita yang..."

🗓️ Dipublikasikan pada 28 November 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

Bernas.id – Nama lengkapnya Asiyah binti Muzahim bin Ubaid al Diyan bin al Walid, keturunan Fir?aun masa Nabi Yusuf As. Seorang wanita cantik jelita yang dipersunting Fir?aun sebagai permaisurinya. Terdapat beberapa pendapat tentang asal usul wanita ini, kebanyakan ulama mengatakan bahwa Asiyah berasal dari Mesir (bangsa Qibthy) yang ditawan oleh Fir?aun sedangkan yang lainnya, berpendapat bahwa Asiyah berasal dari Bani Israil.

Tidak begitu banyak riwayat hidup Asiyah yang terungkap dalam literatur sejarah, yang pasti kokohnya keimanan dalam diri Asiyah membawanya kepada predikat sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga sebagaimana sabda Rasulullah Saw: 

?Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim istri Fir?aun.? (HR.

Ahmad)

Dalam Alquran, nama Asiyah diabadikan dalam sebuah kisah. Ketika penghuni istana Fir?aun menemukan Musa As yang dihanyutkan ibunya ke sungai karena pasukan Fir?aun dan Hamman menghabisi anak laki-laki yang lahir dari keturunan bani Israil. Asiyah-lah yang mempertahankan agar bayi itu tetap hidup, bahkan ia melindungi dan mengasuh bayi itu.

Bayi yang kelak menghancurkan kekuasaan dan kezaliman Fir?aun dan tentaranya,

Kegalauan Fir?aun ditepis  Asiyah dengan kata-kata yang menenangkan jiwa sang raja.

?Dan berkatalah istri Fir?aun, ?Dia adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak.? Sedang mereka tiada menyadari.?? (Al-Qashash [28]:9)

Kekejaman dan kebengisan Fir?aun mampu ditundukkan oleh  Asiyah.

Ia berhasil melindungi bayi itu dengan rasa cinta dan penuh kasih sayang layanya seorang ibu.

Asiyah tidak menghadapi Fir?aun dengan senjata atau kekuasaan tapi dengan naluri seorang ibu hingga akhirnya kekerasan hati Fir?aun perlahan melunak.

Fir?aun mengizinkan istrinya merawat dan mendidik Musa As.

Perkataan Asiyah, ?Dia adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu,? membuat hati Fir?aun luluh seketika.

Perkataan Asiyah, ?Janganlah kamu membunuhnya? menghalangi Fir?aun dan tentaranya untuk membunuh Musa As.

Setelah sekian lama Asiyah menyembunyikan keimanannya, akhirnya terungkap ketika terjadi pertarungan antara kaum Musa As dan pengikut Fir?aun. Setelah pertarungan itu usai Asiyah bertanya siapa yang menjadi pemenang.

Salah pengawal istana member tahu bahwa Musa As dan Harun yang menang.

Spontan dan penuh keberanian Asiyah menyatakan, ?Aku telah beriman kepada Tuhannya Musa As dan Harun.? Di saat yang sama Fir?aun mendengar pengakuan Asiyah.

Sang permaisuri pun dibawa ke hadapan Fir?aun, dengan lantang sang Raja memerintah pengawalnya, ?Perlihatkan tungku besar (yang diisi minyak mendidih) kepadanya.

Apabila ia tetap mengatakan perkataan itu maka lemparkan ke dalam tungku itu. Akan tetapi, apabila dia menarik perkataannya ketahuilah bahwa dia tetap menjadi istriku.?

Ibnu Katsir menerangkan, setelah tungku disiapkan di hadapan Asiyah, wanita itu tetap tenang seraya menengadahkan pandangan  ke langit dan dia melihat sebuah rumah telah disiapkan di surga maka tanpa ragu lagi ia mengulangi pernyataannya, ?Aku telah beriman kepada Tuhannya Musa As dan Harun.? Saat itu ruh pun  keluar dari tubuhnya, sehingga dan yang dilemparkan ke dalam tungku hanyalah tubuh tanpa ruh?.

Konon, suara tawanya terdengar oleh Fir?aun dan pengikutnya. Fir?aun berkata, ?Apakah kalian tidak heran dengan kegilaannya (Asiyah)? Kita menyiksanya dan dia malah tertawa.?

Kesabaran, keimanan dan ketakwaan Asiyah kepada Allah  adalah sebuah keteladanan yang sangat pantas diikuti oleh wanita muslimah, bahkan  Allah mengisyaratkan keteladanan itu dalam firmannya, ?Dan Allah membuat istri Fir?aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata, ?Ya Tuhanku, bangunkan untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkan aku dari Fir?aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim.? (QS.

At-Tahrim [66]:11)

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Asiyah: Ya Rabb, Bangunkan untukku Sebuah Rumah di sisi-Mu”

R
Redaksi Bernas
Click to Share

Populer di religi

Semantic Authority Linker

Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.