Bernas.id – Menjadi guru di era digital, memang memiliki tantangan tersendiri. Jika diibaratkan, guru di masa ini, merupakan guru-guru yang mendidik siswa-siswanya di belantara hutan dunia maya. Sebagaimana hutan, banyak sekali manfaat yang bisa didapat, begitu pun negatifnya sama banyak, atau bahkan lebih banyak.
Sama halnya dengan dunia maya, manfaat dan negatifnya tak kasat mata, hingga kadang pelajar tergelincir ke arah yang negatif.
Oleh karena itu, peran guru di sini sangat penting. Sebagai orang tua kedua bagi pelajar, guru harus bisa membimbing dan mengarahkan siswa untuk menggunakan dunia maya secara positif.
Berdasarkan fenomena di atas, apakah kira-kira kemampuan yang harus dimiliki guru di era ini? Berikut 5 kemampuan yang harus dimiliki guru di era milenial:
1.
Menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris
Penguasaan bahasa inggris bisa dikatakan kemampuan wajib yang harus dimiliki seorang guru milenial. Tidak hanya guru mata pelajaran bahasa Inggris, guru mata pelajaran lain pun, diharapkan memiliki kemampuan ini. Hal ini dikarenakan, bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, sehingga mayoritas bahasa yang digunakan di dunia maya pun, bahasa Inggris.
Dengan menguasai bahasa ini, guru tahu, mana konten yang aman bagi pelajar, dan yang tidak.
2. Menguasai teknik-teknik dasar pengoperasian komputer dan internet.
Kini semuanya serba online. Ngobrol, online.
Belanja, online. Mengerjakan tugas, online. Pelaporan pekerjaan pun, online.
Bagi remaja sekarang, hal ini merupakan “makanan” sehari-hari mereka. Berbeda dengan guru, yang bisa jadi mengenal komputer ataupun internet pun, baru beberapa tahun belakangan.
Mungkin akan sedikit gagap pertama kali mempelajarinya.
Tapi setelah itu, guru akan dimudahkan dengan adanya komputer dan internet.
Bahkan bagi guru-guru muda, mempelajari software-software animasi, video, ataupun game sederhana untuk pembelajaran, akan sangat memudahkan siswa untuk memahami pelajarannya.
3. Menjadi tempat curhat yang menyenangkan
Dengan terbukanya sekat antar dunia, tak jarang banyak hal-hal negatif yang mempengaruhi siswa.
Dampak yang sangat dahsyat adalah dampak pergaulan. Siswa bisa dengan leluasa mengenal berbagai macam orang dari berbagai daerah atau negara.
Di sisi lain siswa pun sedang mengalami pubertas, sehingga akan mudah dekat dengan lawan jenis, yang kemungkinan tidak dikenalnya dengan baik.
Dalam fase ini, pelajar sangat memerlukan tempat untuk berbagi, menceritakan perasaannya, kegalauannya dan kebahagiaannya. Beberapa siswa kurang nyaman berbicara pada orang tua.
Di sini guru bisa berperan sebagai pengganti orang tua.
Memberikan bimbingan bagaimana cara berinteraksi dengan lawan jenis tapi tidak terjerumus ke dalam hal yang negatif.
4. Memiliki ilmu yang cukup tentang kejiwaan remaja
Masa remaja adalah fase perkembangan manusia yang penuh dengan kekuatan tapi juga rawan terpengaruh hal negatif. Masa remaja penuh dengan kekuatan, karena pada masa ini secara fisik dan psikis sedang berada pada kondisi prima.
Namun, di satu sisi, banyak hal-hal yang bisa merusak jiwa remaja, baik internal maupun eksternal.
Faktor internal yang bisa merusak jiwa remaja, misalnya karakter negatif dari pola pengasuhan yang kurang tepat dari orang tua atau trauma masa kecil yang berhubungan dengan kejiawaan.
Faktor eksternal misalnya, pengaruh negatif dari para idola, narkoba atau lingkungan yang buruk.
Dengan memahami kejiwaan remaja secara baik, guru bisa menjadi pembimbing untuk mencegah terpaparnya virus negatif pada remaja.
5. Hobi membaca
Guru harus berwawasan luas ilmu apapun itu. Bukan hanya mendalami mata pelajaran yang diampunya, tapi juga mempunyai pengetahuan tentang disiplin ilmu lain.
Hal ini penting, karena murid-murid di masa ini cenderung kritis.
Jika guru tidak bisa menanggapi atau menjawab pertanyaan siswa, tentu akan menjadi nilai minus bagi si guru tersebut.
Satu hal utama yang bisa memperkaya pengetahuan adalah membaca.
Jadi seorang guru harus selalu meluangkan waktunya untuk melahap buku-buku.
Dari ke lima kemampuan di atas, ada satu hal yang paling penting, yaitu guru harus memiliki pondasi agama yang kuat. Hal ini adalah kemampuan yang mendasar. Selain untuk membentengi guru ke arah yang negatif, juga untuk menanamkan keimanan yang kuat pada siswa.
Sehingga diharapkan, sederas apapun pengaruh zaman, para pelajar akan selalu teguh pada hal-hal positif.
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Beginilah Seharusnya Teachers Zaman Now?
Bernas id Menjadi guru di era digital memang memiliki tantangan tersendiri Jika diibaratkan guru di masa ini merupakan guru guru yang mendidik siswa siswanya...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




